SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengungkapkan, dari 419 desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih tersisa tiga desa yang hingga saat ini belum mengajukan Dana Desa (DD) tahap III. Musababnya karena belum masuknya pelaporan Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OMSPAN).
Kepala DPMD Bojonegoro, Machmuddin menuturkan, sudah memberikan tambahan waktu paling akhir tanggal 14 Desember 2020, berkas pengajuan DD harus sudah masuk semua.
“Persyaratan klir semua. Jadi tidak diketahui kenapa siang ini berkas belum masuk. Jika pengajuan melebihi batas akhir, bisa berpotensi tidak cairnya DD. Akibatnya bisa menghambat percepatan pembangunan desa,” kata Machmuddin via pesan Whtsapp pada Suarabanyuurip.com, Jum’at (11/12/2020). Â
Dijelaskan, syarat untuk melakukan pencairan DD tahap ketiga adalah melaksanakan pelaporan pada aplikasi (OMSPAN). Meliputi realisasi DD 2019 dan realisasi DD 2020 tahap pertama dan kedua. Meskipun semua desa sudah selesai pelaporan, namun menyisakan tiga desa yang belum mengajukan berkas pencairan DD tahap akhir di tahun ini.
“Waktunya sudah mepet, hal ini akan merugikan ketiga desa tersebut jika sampai terpaksa tidak cair,” ujar mantan Camat Ngasem ini, tanpa merinci mana saja tiga desa tersebut.
Ditambahkan, DD tahap ketiga tersebut tersisa 20 persen dari total pagu DD tahun ini untuk 419 desa di Bojonegoro Rp. 362,6 miliar. Dari 416 desa yang sudah dalam tahap proses di DPMD, sebanyak 206 desa sudah mendapat transfer DD tahap ketiga.
“Kami harap hari ini pengajuannya sudah bisa masuk semua,” pungkas Machmuddin.(fin)