PEPC Sinergi Lestarikan Hutan dan Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

21645

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Pertamina EP Cepu (PEPC), sebagai perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas bumi (Migas) selalu berhubungan erat dengan lingkungan sekitar. Tentu senantiasa memiliki concern yang tinggi terhadap lestarinya alam sekitarnya seperti hutan dan masyarakat.

Implementasi tersebut terlihat dalam Program Agroforestry, Jaga Kelestarian Hutan. Sebuah program yang berbasis kawasan hutan bersama masyarakat langsung. Sebagai upaya sinergikan kelestarian hutan dan taraf perekonomian masyarakat desa.

Menurut Manager JTB Site Office & PGA PEPC Edy Purnomo, Program Agroforestry PEPC ini, telah berjalan sejak tahun 2019 lalu, dan saat ini merupakan tahun kedua implementasi program tersebut.

“Program ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa, yakni sebagian masyarakat pengelola hutan yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bandungrejo,” ungkap Edy Purnomo, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (16/12/2020).  

Selain itu, program ini sekaligus bertujuan memberikan dampak lingkungan yang baik dengan melakukan konservasi di Kawasan Perlindungan Setempat (KPS) Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Clangap agar tetap memiliki keseimbangan lingkungan.

Baca Juga :   Mengabadikan Sejarah Perminyakan di Indonesia dalam Museum Migas Digital Cepu Raya

Dalam pelaksanaan Program Agroforestry prakarsa PEPC ini difasilitasi oleh IDFoS Indonesia, dengan memfokuskan praktek lapangannya pada penanaman tanaman buah kelengkeng yang dianggap cocok di dataran rendah. Selain tanaman tersebut memiliki karakter relatif cocok dengan wilayah ini, kelengkeng juga tanaman produktif yang prospek nilai ekonomisnya cukup baik.

“Selama 2019 dalam program ini telah menanam 1500 pohon kelengkeng, dan 1000 pohon pada 2020 – 2021,” ucap Edy.   Sementara itu, Camat Ngasem Suwaji, mengapresiasi PEPC karena telah melaksanakan program ini. Program ini sangat bagus dan tepat dilaksanakan di wilayah Ngasem. Sebab terdapat kawasan hutan yang sangat luas di wilayah Kecamatan Ngasem, dan tidak menutup kemungkinan kedepannya dapat disinkronkan dengan berbagai pihak untuk menjadi sebuah kawasan ekonomi desa.

“Sebagai area agrowisata bersama Perhutani,” terang Suwaji, dalam acara Rembug Warga Pengesahan Prosedur Program Agroforestry Berbasis Kawasan Hutan Bersama Masyarakat 2020 di Pendopo Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (15/12/2020).

Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Administratur KPH Bojonegoro Heva Tulus, menyampaikan terima kasih kepada PEPC lantaran telah menginisiasi Program Agroforestry di wilayahnya.

Baca Juga :   Blok Cepu Dikenai Pajak Tambang

“Program ini sangat berpotensi untuk menjadi contoh model bagi pengelolaan wilayah hutan terutama pada area Kawasan Perlindungan Setempat (KPS). Sehingga bisa membuka wawasan teman-teman penggarap hutan (pesanggem),” ujar Heva.  

Hadir dalam acara, KPH Bojonegoro, BKPH Clangap, Bappeda Bojonegoro, Dinas Pertanian Bojonegoro, Dinas Lingkungan Hidup Bojonegoro, Dinas Kehutanan Wilayah Bojonegoro serta stakeholder terkait.(sam)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *