Tinjau Tanggul Jebol Kali Ingas, Bupati Anna : Segera Bangun Check Dam

21651

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Luapan air sungai yang mengakibatkan jebolnya tanggul Kali Ingas turut Desa Kedungprimpen Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Senin (14/12/2020) malam, kini berangsur surut.

Bupati Bojonegoro Anna Muawanah bersama rombongan turun ke lokasi. Mereka menyusuri sungai menggunakan perahu motor, guna meninjau lokasi tanggul Kali Ingas, Rabu (16/12/2020).

Dari tinjauan yang dilakukan, jebolnya tanggul Kali Ingas disebabkan di lokasi ini merupakan titik pertemuan dua sungai, yakni dari sungai arah Kepohwates dan sungai dari Talun Kecamatan Sumberrejo, yang selalu menjadi langganan banjir ketika curah hujan tinggi. Kondisi ini diperparah naiknya debit Sungai Bengawan Solo yang berada di Lebaksari, Kecamatan Baurno, yang merupakan hilir Kali Ingas. Sehingga mengakibatkan air tidak bisa terbuang ke sungai Bengawan Solo.

Dalam tinjauanya di lokasi bencana, Bupati memerintahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air  (PU SDA) untuk segera melakukan perencananaan, pemetaan dan langkah strategis untuk tanggulangi luapan air Kali Ingas agar tidak menjadi langganan setiap tahun.

Baca Juga :   Mayat Tanpa Identitas Gegerkan Warga

“Segera dibuat pintu pengendalian banjir atau check dam di hilir Kali Ingas turut Desa Lebaksari,” instruksi Bu Anna.

Sekarang ini seluruh element masyarakat dibantu rescue dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar), Kodim 0813 Bojonegoro, Brimob, Satpol PP, bergotong royong tanggulangi luapan air dengan membendung tanggul yang jebol.

Sementara itu Kepala BPBD Bojonegoro Nadief Ulfa menerangkan, sulitnya akses menuju ke lokasi jebolnya tanggul menjadikan pendistribusian material untuk membangun bendungan sementara harus menggunakan perahu motor yang didrop dari Kodim 0813 Bojonegoro, Brimob, BPBD, Damkar, dan perahu motor milik warga lokal.

“Semuanya bekerja ekstra mengisi karung-karung dengan material pasir, tanah, batu, bambu dan sesek untuk membendung air,” tegas Ulfa.

Dijelaskan tanggul Kali Ingas jebol sedalam 7 meter. Dampaknya lahan pertanian milik warga di beberapa desa tergenang. Yakni Desa Kedungprimpen seluas 325 hektar (Ha), Gedongarum 350 ha, Temu 150 ha, Pilang 150 ha, dan Desa Prigi : 100 ha. Semuanya berada di Kecamatan Kanor. Rata-rata tanaman padi baru berumur 2-3 bulan. 

Baca Juga :   Kasus Kelenteng Hok Swie Bio Disidangkan

“Kita masih menghitung tafsiran total kerugian lahan terdampak,” pungkasnya.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *