SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Perpustakaan daerah (Perpusda) Bojonegoro, Jawa Timur kembali ditutup selama dua minggu. Penutupan ini sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona covid-19. Mengingat kasus positif covid-19 terus mengalami kenaikan.
Kabid Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bojonegoro Adi Susanto mengatakan, perpusda kembali ditutup selama dua minggu, yakni mulai 17 Desember hingga 3 Januari 2021. Hal itu seiring dengan meningkatnya penyebaran virus korona di Bojonegoro.
“Ya, perpusda ditutup dan tidak melayani membaca buku di tempat,” katanya, Kamis (17/12/2020).
Dia menjelaskan, mulai hari ini perpusda ditutup, namun pengunjung masih bisa meminjam dan mengembalikan buku. Pengunjung, lanjut dia, ketika dalam meminjam atau mencari buku hanya diberikan waktu 10 menit. Itu dilakukan agar pengunjung tidak berkerumun.
“Juga ketika meminjam buku di dalam ruangan perpusda hanya dibatasi dua orang saja,” katanya.
Adi mengatakan, pengunjung ketika berada di perpusda harus mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker. Pengecekan suhu badan juga dilakukan untuk pengunjung sebelum memasuki perpusda. Jika suhu badan di atas 37.3 derajat maka pengunjung akan dipulangkan dan dilarang memasuki perpusda.
“Itu harus dilakukan, karena untuk mencegah penyebaran Covid-19,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com.
Selain itu, batas waktu peminjaman maupun mengembalikan buku masih tetap yakni hingga pukul 14.00 WIB. Pengunjung, juga harus memperhatikan kesehatan badan jika keadaan flu atau batuk lebih baik ditunda dahulu.
“Lebih baik ditunda menunggu hingga sembuh,” imbaunya.
Sementara itu, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, masih terus terjadi penambahan kasus baru. Seperti hari ini, Kamis (17/12/2020), terdapat 30 orang dinyatakan positif.Â
Mereka tersebar di Kecamatan Kedungadem 1 orang, Kecamatan Baureno 2 orang, Kecamatan Kapas 3 orang, Kecamatan Ngasem 1 orang, Kecamatan Kepohbaru 3 orang, Kecamatan Kasiman 2 orang, Kecamatan Kedewan 1 orang, Kecamatan Sumberejo 1 orang, Kecamatan Bojonegoro 7 orang, Kecamatan Padangan 3 orang.Â
Kemudian di Kecamatan Kalitidu 1 orang, Kecamatan Purwosari 1 orang, Kecamatan Trucuk 1 orang, Kecamatan Sukosewu 1 orang dan Kecamatan Margomulyo 2 orang.
“Disamping itu kasus konfirmasi positif hari ini dinyatakan sembuh 10 orang. Penambahan kasus meninggal dunia 1 orang di Kecamatan Bojonegoro. Sehingga kasus konfirmasi positif hari ini 104 orang,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas, Masirin.
Untuk konfirmasi positif kumulatif sebanyak 874 orang, meliputi aktif (dirawat) 104 orang, sembuh 690 orang dan meninggal dunia 80 orang.Â
“Sementaea kasus suspect sebanyak 270 orang,” pungkas Masirin.(jk)