Semburan Gas di Blora Masih Berlangsung, Warga Berharap Bisa Dimanfaatkan

21535

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Pembakaran gas yang keluar dari sumur air milik Sumiran, warga Desa Ngraho, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sekarang ini masih berlangsung. Butuh waktu satu bulan lagi untuk mengetahui perkembangannya. Sebab, diperkirakan gas alam yang terkandung di dalam sumur warga itu tidak besar.

Menurut Camat Kedungtuban, Martono, warga Ngraho ingin memanfaatkan gas yang keluar untuk memasak. Namun harus menunggu selama satu bulan kedepan. Sebab setelah pembakaran selesai gas dinyatakan habis.

“Dari BPBD dan Pertamina EP seperti itu. Harus menunggu. Apakah nanti bisa atau tidak, ya belum tahu,” jelasnya. 

Sekalipun nanti gas bisa dimanfaatkan, lanjut Martono, tidak bisa mengaliri banyak rumah.  Seperti peristiwa keluarnya gas dari sumur air di Kecamatan Sambong.

“Bisa dimanfaatkan untuk memasak tapi hanya mengaliri satu rumah,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui Pertamina EP Asset 4 Cepu Field membantu  upaya penanganan terhadap gas yang muncul di sumur air warga Desa Ngraho. 

Pertamina EP telah memasang rangkaian pipa guna menyalurkan gas ke halaman belakang rumah Sumiran yang kemudian dilakukan pembakaran (flaring), Rabu (2/12/2020) lalu.

Baca Juga :   Pertamina Tingkatkan Produksi 965 MBOEPD

Afwan Daroni, Cepu Field Manager, menjelaskan pembakaran yang dilakukan tim Pertamina EP sudah atas seizin dinas terkait. 

“Sebelum melakukan penanganan tersebut, kami sudah berkoordinasi dengan pihak berwenang, yakni Dinas ESDM Kendeng Selatan. Artinya, kami tidak melangkah sendiri,” ucapnya.

Kejadian semburan gas bermula saat tukang sumur melakukan pengeboran di samping rumah untuk membuat sumur air, Jumat (27/11/2020), dan Minggu (29/11/2020), pekerjaan dihentikan pada kedalaman sumur 48 meter. Kemudian pompa submersible dipasang dan dicoba dinyalakan, tetapi tidak mengeluarkan air.

Bersamaan itu, pemilik sumur mendengar suara gemuruh dari dalam sumur bor disertai keluarnya gas. Pompa submersible kemudian diangkat lagi ke atas. 

Setelah itu gas yang keluar dibakar menggunakan korek api, dan menyala. Sebagai antisipasi awal, pemilik rumah menutup lubang dengan kain basah. Sehari kemudian, yakni pada Senin (30/11/2020), Kepala Desa Ngraho Sri Lestari Indahjani melaporkan kejadian tersebut ke Pertamina EP dan Dinas ESDM Kendeng Selatan. 

Tim Pertamina EP langsung melakukan pengukuran gas dan tidak dipastikan ada kandungan gas beracun H2S. Sehari setelahnya Pertamina EP kembali mensurvei lokasi untuk merancang saluran pipa untuk melakukab pembakaran gas.(ams)

Baca Juga :   Lewatkan Pipa Blok Cepu Segera Bor Jalan Nasional

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *