Kasus Baru Corona Melonjak, 8 Kecamatan di Bojonegoro Kembali Zona Merah

21696

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Tingginya mobilitas warga menjelang perayaan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 ditengarai menjadi penyebab melonjaknya kasus virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Selama sepekan terakhir penambahan kasus baru meningkat cukup signifikan.

Seperti pada Senin (21/12/2020) kemarin, jumlah kasus baru virus corona sebanyak 37 orang. Tersebar di Kecamatan Bojonegoro 7 orang, Kecamatan Balen 2 orang, Kecamatan Kepohbaru 1 orang, Kecamatan Sumberejo 1 orang, Kecamatan Dander 4 orang, dan Kecamatan Ngraho 1 orang. 

Kemudian di Kecamatan Gayam 1 orang. Yakni W (63), seorang laki-laki, asal Desa Manukan, Kecanatan Gayam. Di wilayah ring satu Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, ini total konfirmasi positif virus corona sebanyak 11 orang. Meliputi aktif 2 orang, sembuh 8 orang, dan meninggal 1 orang. Suspect 8 orang, rinciannya probable 1 orang, diisolasi 8 orang, discarded 5 orang.

Selain itu, Kecamatan Purwosari 2 orang, Kecamatan Kasiman 1 orang, Kecamatan Kalitidu 2 orang, Kecamatan Kedungadem 2 orang, Kecamatan Kapas 2 orang, Kecamatan Sukosewu 5 orang, Kecamatan Baureno 3 orang, Kecamatan Sugihwaras 1 orang dan Kecamatan Ngasem 2 orang.

Penambahan kasus baru di Kecamatan Ngasem adalah K (62) seorang perempuan asal Desa Butoh. S (43) seorang perempuan asal Desa Ngasem. Serta P (45) perempuan dan MF (33) Laki-laki asal Desa Wadang.

Baca Juga :   Vaksinasi Bagi Masyarakat Umum di Bojonegoro Dimulai, 1.085 Orang Telah Disuntik

Jumlah konfirmasi positif virus corona di wilayah ring satu Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB)-sebutan lain Kecamatan Ngasem- sebanyak  35 orang, meliputi aktif 7, sembuh 17, dan meninggal 1 orang. Sedangkan suspect 13 orang, meliputi probable 1, diisolasi 13 orang, discarded 13 orang. 

Berdasarkan peta sebaran Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, meningkatnya kasus baru virus corona ini menjadikan 8 kecamatan dari 28 kecamatan di Bumi Angling Dharma – sebutan lain Kabupaten Bojonegoro- kembali menjadi zona merah. Meliputi Kecamatan Bojonegoro, Kapas, Dander, Balen, Sukosewu, Sumberrejo, Kedungadem, dan Baureno. Sedangkan kecamatan lainnya masuk zona oranye adalah Kecamatan Ngasem, Kalitdu, dan Ngraho.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin menyampaikan konfirmasi positif kumulatif di Bojonegoro hingga Senin kemarin, sebanyak 997 orang. Meliputi aktif (dirawat) 186 orang, sembuh 726 orang dan meninggal dunia 85 orang.

“Selain ada penambahan kasus baru 37 orang, juga ada kasus konfirmasi positif dinyatakan sembuh 5 orang,” ujarnya.

Ke lima orang itu tersebar di Kecamatan Ngasem 1 orang, Kecamatan Kepohbaru 1 orang, Kecamatan Bojonegoro 2 orang, dan Kecamatan Temayang 1 orang. 

Baca Juga :   Blora Endemis Penyakit Kaki Gajah

“Ada penambahan kasus meninggal dunia 2 orang di Kecamatan Kanor. Sehingga kasus konfirmasi positif hari ini 186 orang, dan untuk kasus suspect sebanyak 284 orang,” jelas Masirin. 

Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Bojonegoro ini mengimbau, kepada seluruh masyarakat Bojonegoro untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan virus corona yang dianjurkan pemerintah dengan melaksanakan 3M. 

“Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” pesan Masirin.(suko)



»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *