Tingkatkan Ekonomi, Kartini Sekitar Blok Cepu dan JTB Produksi Mamin

21698

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Pengusaha produksi makanan dan minuman (Mamin) ringan sekitar lapangan minyak dan gas bumi (Migas) Banyu Urip, Blok Cepu, dan lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang tergabung di paguyuban Kartini Mandiri menggelar kegiatan pertemuan bersama anggota dan dinas terkait untuk pencapaian kegiatan sebelumnya.

Dimana paguyuban yang bergerak dibidang produksi Mamin ini beranggotakan para Ibu-ibu rumah tangga. Pertemuan rutin kali ini dipusatkan di rumah Jumiati, warga Rukun Tetangga (RT) 03, Rukun Warga (RW) 02, Desa Tengger, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (22/12/2020).

Hadir dalam kegiatan, Perangkat Desa Tengger, Dinas Perdagangan (Disdag), Dinas Koperasi (Diskop) Bojonegoro, pihak Kecamatan Ngasem.

Ketua paguyuban Kartini Mandiri, Shoimah, mengatakan, kegiatan pertemuan ini rutin dilaksanakan. Tujuannya untuk membahas berbagai hal, baik menampung usulan maupun keluhan anggota dalam mengembangkan usaha produksi Mamin.

“Paguyuban Kartini Mandiri ini berdiri pertengahan tahun ini, dan baru berjalan kurang lebih lima bulanan,” kata Shoimah, kepada Suarabanyuurip.com, disela-sela acara.

Warga Desa Begadon, Kecamatan Gayam ini menjelaskan, paguyuban ini berdiri atas inspirasi dari para Kartini sekitar ladang Migas Banyu Urip dan Lapangan Gas JTB ini bertujuan meningkatkan perekonomian melalui sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Baca Juga :   Lahan Menyempit Pemkab Gandeng Perhutani

Sedangkan jumlah anggotanya sebanyak 25 orang dari 16 desa di enam kecamatan. Ke enam kecamatan itu adalah Kecamatan Gayam, Ngasem, Dander, Kalitidu, Kota, dan Kapas. Sedangkan 16 desa itu adalah dari
Desa Bonorejo, Begadon, Gayam, Sudu, Mojodelik, dan Katur, Kecamatan Gayam.

Kemudian Desa Kalitidu, Kecamatan Kalitidu. Selanjutnya Desa Dander, Ngunut, Kecamatan Dander, dan Desa Ngasem, Ngantru, Tengger, Bareng, Sendangharjo, Kecamatan Ngasem. Sedangkan di Kecamatan Kota, yaitu Desa Ngampel, dan Mojokampung.

“Untuk anggota kami bisa menambah dan membuka lebar jika ada yang ingin bergabung. Sedangkan untuk Sekretariat Paguyuban Kartini Mandiri ini berada di Desa Begadon,” kata warga desa ring satu Banyu Urip, Blok Cepu.

Mamin yang sudah diproduksi, lanjut Shoimah, diantaranya keripik ares pisang, keripik gerut, keripik tempe, emping singkong, rengginang singkong, dan minuman herbal. Seperti minuman suruh kunci, beras kencur, teh kelor sencang dan lain sebagainya. Selain memroduksi Mamin, juga mulai mengarah pada belajar mengoperasikan email. Agar kedepan dapat memasarkan hasil produksinya melalui media sosial (Medsos).

“Alhamdulillah semua Mamin yang diproduksi anggota Kartini Mandiri sudah laku jual dipasaran. Baik di supermarket, maupun di swalayan lainnya. Ini semua berkat semangat anggota dan bimbingan dari Disdag dan Diskop serta pendamping dari EMCL Kopernik,” tandasnya.

Baca Juga :   Mampu Kembangkan Modal Jadi Rp. 46 Juta

“Meski tergolong baru, pengusaha yang tergabung di paguyuban Kartini Mandiri ini menunjukkan perkembangannya yang luar biasa. Bahkan pemasaran juga sudah masuk swalayan. Mudah-mudahan kedepan semakin lancar, dan semakin bertambah meningkat Mamin yang diproduksinya,” sambung perwakilan dari Disdag Bojonegoro, Dewi.

Senada diungkapkan perwakilan Diskop Ruli. Ia sangat mengapresiasi atas semangat para ibu-ibu yang dalam produksi Mamin. Meski diera pandemi COVID-19 tetap eksis.

“Alhamdulillah prodaknya sudah go publik. Jika ada even di Diskop dipersilahkan untuk mengikutinya,” imbuh Bu Ruli.

Ditempat yang sama, perwakilan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) Hesti, menyatakan, selama ini bersama Kopernik terus berupaya memberikan pembinaan terhadap ibu-ibu untuk bisa meningkatkan usaha yang diproduksi sesuai selera masing-masing.

Pihaknya juga mengapresiasi atas peningkatan yang ditunjukkan pelaku usaha yang tergabung di paguyuban Kartini Mandiri.

“Sebagai pendamping tentunya akan terus bersinergi dengan dinas terkait, agar usaha para Kartini-kartini sekitar ladang migas ini semakin bertambah baik. Sehingga peningkatan ekonomi yang diinginkan tercapai,” pungkasnya.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *