Akibat Pandemi, 103.730 Penduduk Blora Miskin

21723

SuaraBanyuurip.com -  Ahmad Sampurno

Blora – Angka kemiskinan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tahun 2020 ini meningkat dibanding tahun 2019 lalu. Dari 11.32 % naik menjadi 11.96% atau ada kenaikan 0,64%.

Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan dan Sosial Budaya Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Blora, Mahbub Djunaidi, menjelaskan meningkatnya angka kemiskinan selama pandemi Covid-19 ini disebabkan banyak warga Blora yang di rumahkan dari perusahann tempat mereka bekerja. Selain itu banyak pertokoan yang tutup karena sepi pembeli dan adanya pemutusan hubungan kontrak kerja (PHK).

“Sehingga banyak masyarakat tidak mempunyai pekerjaan, sehingga membuat mereka tidak mempunyai kemampuan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar,” kata Mahbub. 

Selama pandemi banyak pendapatan masyarakat rata-rata pengeluaran perkapita setiap bulannya di bawah garis kemiskinan. Yakni rerata pendapatan perbulan di bawah Rp353.259. 

“Pendapatan ini merupakan di bawah garis kemiskinan. Ini dikategorikan sebagai penduduk miskin,” jelas Mahbub kepada suarabanyuurip.com, belum lama ini.

Adapun jumlah penduduk yang kategori miskin pada 2019 sebanyakRp 97.860 jiwa, pada 2020 ini naik menjadi 103.730 jiwa. 

Baca Juga :   Kelola Aset Desa Melalui Pokdarwis

Menurut Mahbub meningkatnya jumlah kemiskinan ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkab Blora. Sebab ditargetkan pada 2020 ini angka kemisinan turun satu digit. 

“Tapi ini justru naik karena terkena pandemi,” ucapnya. 

Meskipun angka kemiskinan naik sampai 0,64 persen, namun  jumlah desa miskin selama tahun 2020, berkurang. Dari 46 desa miskin pada 2019 turun menjadi 43 desa pada tahun ini.

“Angka kemiskinan dan desa miskin ini berbeda. Desa miskin ini investasinya dari dana desa jadi kemiskinan di desanya bisa berkurang,” pungkasnya.(ams)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *