SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pemerintah Desa (Pemdes) Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unirow terus berusaha mengoptimalkan aset desa melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Program yang digagas dua tahun lalu itu, kini mulai disosialisasikan ke masyarakat setempat. Untuk menuju desa wisata religi sesuai pilot projek pemerintah daerah (Pemda).
“Keberadaan Pokdarwis sangat penting bagi desa,†kata Kepala Desa Bejagung, Aang Sutang, ketika ditemui di Balai Desa Bejagung beberapa waktu lalu.
Aang, mengakui belum semua aset di desanya terinventarisir secara optimal. Menyikapi hal tersebut pihaknya menggandeng mahasiswa Unirow, untuk menata desanya secara perlahan. Sebenarnya dari sisi pendapatan desa, keberadaan Pokdarwis tidak berpengaruh nyata.
Desa tetap memperoleh pemasukan dari asetnya, mulai wisata religi makam Sunan Bejagung lor dan Kidul, maupun aset lainnya. Tetapi selama ini pemasukan tersebut dinilai dapat ditingkatkan.
Alasan inilah yang menjadikan Kades ngotot membentuk Pokdarwis. Tentunya pengurus kelompok sukarela ini, akan melibatkan seluruh komponen masyarakat mulai tokoh desa, agama, hingga pemuda yang produktif.
“Saya optimis keberadaan watu gajah, maupun wisata religi Bejagung dapat disingkronkan dengan UKM di masyarakat,†imbuhnya.
Pihaknya khawatir apabila Pokdarwis tidak segera dibentuk, aset desa Bejagung akan dikuasai oleh pihak luar maupun investor. Pemdes tidak ingin aset desa tidak bermanfaat bagi masyarakat, sebab sudah banyak contoh wisata religi yang tidak menguntungkan desa.
Serupa wisata Sunan Bonang di Kecamatan Tuban, maupun makam Asmoroqondi di Kecamatan Palang. Kedua wisata tersebut kini dikuasai oleh oknum, dan tidak jelas pengelolaan pendapatannya.
“Jangan sampai Bejagung menjadi target oknum berikutnya,†tambahnya.
Ketua KKN Unirow Tuban, Sutrisno, ketika dikonfirmasi sangat mendukung ide dari Pemdes Bejagung. Meskipun bukan program ringan, namun pihaknya optimis Pokdarwis Bejagung dapat terwujud.
“Beberapa waktu lalu telah saya komunikasikan dengan Bappeda dan Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Tuban,†sambungnya.
Hasilnya diluar dugaan, Pemda sebenarnya telah lama menunggu laporan susunan pengurus Pokdarwis ini. Reaksi positif Pemda langsung dikantonginya, dan disampaikan kepada Pemdes. Tak menunggu lama sosialisasi Perdana langsung dilakukan, meski belum optimal program akan dibahas lebih lanjut bersama tokoh masyarakat.
“Kami harapkan tahun ini Pokdarwis Bejagung dapat terwujud,†pungkasnya. (Aim)