Pandemi Covid-19, Jemaat Ibadah Natal di Gereja Santa Maria Desa Kolong Dibatasi

21731

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Gereja Santa Maria Desa Kolong, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menggelar ibadah Natal dengan jemaat dibatasi. Meski digelar tatap muka, namun menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Desa Kolong dikenal sebagai desa toleransi karena umat beda agama hidup rukun berdampingan.

Parlan, Pengatur Umat Gereja Santa Maria Desa Kolong mengatakan, perayaan dan Ibadah Natal 2020 ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Itu terjadi karena adanya pandemi virus korona. Sehingga, harus mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker.

“Tentunya berbeda, pada tahun lalu biasanya mengundang instansi dan anggota luar gereja. Misalnya seperti masyarakat musim sekitar gereja,” katanya, Jumat (25/12/2020).

Dia mengatakan, jumlah jemaat dalam gereja dibatasi. Satu barisan bangku yang biasanya terdapat 6 jemaat sekarang hanya tinggal 2 jemaat. Selain itu, juga ibadah Natal diamankan oleh 26 personel, yang terdiri dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Polsek Ngasem, Koramil, dan Satpol-pp.

Lelaki asal Desa Kolong itu jika tahun-tahun lalu biasanya mengundang masyarakat muslim untuk ramah tamah di gereja, namun tahun ini sementara ditiadakan. Karena harus mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak berkerumun.

Baca Juga :   Kontak Kasus Positif, 5 Warga Bojonegoro Kota Tertular Corona

“Biasanya ramah tamah setiap umat membawa satu tumpeng. Nantinya, tumpeng itu dimakan bersama  dengan masyarakat muslim yang berada di sekitar gereja,” katanya ditemui di rumah.

Parlan menjelaskan, meski ramah tamah ditiadakan, akan tetapi ater-ater atau syukuran tetap berjalan karena itu sudah turun-temurun dilakukan semenjak dari nenek moyang. Ater-ater, lanjut dia, sebenarnya ungkapan rasa syukur dari masing-masing umat. Dan itu, merupakan bentuk mempererat kekeluargaan antar umat beragama.

“Misalnya dalam umat muslim seperti bancakan. Jadi, ketika mensyukuri sesuatu harus saling membantu dan memberikan makanan,” katanya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *