SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro -Â Pasokan kedelai di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, masih terbilang aman. Namun, hingga kini harga kedelai masih tinggi. Akibatnya, produsen tahu di Keluharan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro terpaksa mengurangi jumlah produksi tahu.
Ketua Paguyuban Perajin Tahu Pranyoto mengatakan, harga kedelai impor hingga kini belum mengalami penurunan. Harga kedelai sampai saat ini masih sama yakni Rp 9.200 per kilogram (kg). Namun, ia masih bertahan meski harus mengurangi jumlah produksi tahu.
“Ya, selain memperkecil ukuran, juga mengurangi jumlah produksi tahu,” katanya, Selasa (12/1/2021).
Jika ebelumnya produksi tahu dalam sehari 3 kwintal kini berkurang hanya 1.3 kwintal saja. Apalagi sekarang, diterapkan pembatasan jam malam dampak pandemi covid-19.
“Sehingga, para pelanggan mengeluh karena tidak bisa menjual tahu hingga habis,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan, hingga kini masih bertahan karena takut kehilangan pelanggan. Selain itu, ia juga memiliki karyawan yang harus dipertahankan untuk terus bekerja.
“Itu alasannya saya bertahan dan memilih tetap produksi tahu. Namun, sebagai produsen tahu di Kelurahan Ledok Kulon ada yang berhenti berproduksi, akan tetapi belum pasti berapa jumlahnya,” ujarnya.(jk)