SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pertanian Sistem Rice Intensification (SRI) Organik memiliki keunggulan dibanding pertanian konvensional yang menggantungkan pupuk sintetis atau pupupuk kimia. Produksi padi organik lebih sehat dan ramah lingkungan, juga tahan terhadap serangan hama.Â
Keunggulan pertanian organik ini telah dibuktikan petani Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Selain tanaman tahan terhadap penyakit, keunggulan lain pengeloaan pertanian secara organik mampu meningkatkan produktifitas pertanian.
Sebab lahan yang digarap jauh lebih sehat dibanding dengan pengelolaan konvensional yang mengandalkan pupuk dan obat-obatan kimia.Â
“Hama tikus yang dikeluhkan petani pada umumnya, tidak berdampak pada pertanian organik,†kata Ketua Kelompok Tani Bina Alam Sri Desa Bajo, Rakib, Selasa (9/3/2021).
Dia menyampaikan, batang yang keras dan bau harum dari tanaman padi varietas Mentik Susu dan Sintanur, membuat tikus enggan mendekat.Â
“Kalau pun tikus mau makan, itu pun hanya sedikit,†tandas Rakib.Â
Kondisi tersebut berbeda dengan jenis varietas lain yang pengeloaannya berbeda dengan pertanian organik.Â
“Batang padi lebih empuk dan cenderung dihuni untuk sarang tikus,†tegasnya.Â
Dia menambahkan, hasil produksi pertanian organik ini banyak diburu masyarakat, sehingga petani kewalahan memenuhi permintaan pasar.Â
Terpisah Camat Kedungtuban, Martono, mengakui keberhasilan dalam pengeloaan pertanian organik yang digagas Pertamina EP Asset 4 Field Cepu tersebut. Terbukti bisa meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan petani di Kecamatan Kedungtuban.Â
“Selama ini petani organik tidak tergantung dengan pestisida kimia maupun pupuk kimia,†jelasnya.Â
Para petani organik tidak terpengaruh surutnya ketersediaan pupuk kimia yang selama ini membuat pusing petani.Â
“Kedepan kami punya mimpi, pupuk organik di sini bisa menyebar dan bisa mengatasi masalah pupuk,†harap Camat Martono.
Pertanian SRI Orgnik ini bagian Program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) yang dilaksanakan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu di wilayah operasinya mulai Juni 2018 lalu. Progam PSRLB ini juga meliputi budidaya sayuran organik dan pemanfaatan tanaman obat keluarga (Toga).Â
Panen perdana padi organik di Desa Bajo dilaksanakan pada awal tahun 2019 lalu dengan lahan percontohan milik kelompok Tani Bina Alam Sri seluas 2,4 Hektare. Program tersebut telah berkembang dengan luas lahan untuk pertanian organik saat ini mencapai 12,3 hektar di tahun 2021. Dengan rata-rata hasil panen padi mencapai 9 sampai 11 Ton per hektarnya.Â
Pertamina EP Asset 4 Cepu Field Manager, Afwan Daroni berharap PSRLB yang dilaksanakan bisa terus berkembang dan membantu ketahanan pangan Jawa Tengah. Selain itu, produksi pertanian organik dapat mendukung kesehatan, karena tidak banyak menggunakan pupuk kimia.Â
“Tubuh menjadi sehat dan tanah juga tidak sakit karena pupuk kimia,†kata Afwan.(ams)