SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pandemi covid-19 cukup berdampak pada semua kalangan. Tak terkecuali Didik Setiawan warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang sempat menganggur. Namun, semangatnya untuk berubah menjadikannya kini sukses menggeluti usaha ikan cupang.
Didik awalnya bekerja di bidang fotografi, namun pandemi memaksa job-nya sepi. Ia kemudian mencoba budidaya lima pasang ikan cupang. Kini, budidaya ikan cupang milik Didik sudah berkembang hingga 4.000 ekor dengan jenis Giant.
Didik awalnya melihat di media sosial sedang ramai memperbincangkan ikan cupang. Akhirnya, ia tertarik budidaya kemudian membeli lima pasang ikan cupang. Ternyata, usaha budidaya ikan cupang milik Didik berkembang dan berhasil hingga kini.
“Awalnya saya membeli lima pasang ikan cupang. Namun, sebagian untuk dibudidaya dan sebagian saya jual,” katanya, Kamis (28/1/2021).
Sebelum budidaya ikan cupang, Didik bekerja sebagai fotografer. Namun, karena pandemi Covid-19 pekerjaannya sering libur. Akhirnya, ia beralih budidaya ikan cupang. Ia beranggapan, daripada berpangku tangan lebih baik menciptakan peluang.
Misalnya, lanjut dia, dengan budidaya ikan cupang. Karena, sepasang ikan cupang bisa bertelur hingga 1.500 ekor. Selain itu, ikan cupang perawatannya cukup mudah. Hanya saja, mencari pakan seperti kutu air yang sulit.
“Awal budidaya harus sedia kutu air 3 minggu sebelumnya. Dari menetas, kalau tidak punya pakan pasti sulit,” ungkap Didik.
Lelaki usia 40 tahun itu, kini sudah memiliki 3 ribu hingga 4 ribu ekor ikan cupang berjenis giant. Namun, rata-rata ikan cupang multi colour paling diminati. Sedangkan, pembeli ikan cupang milik Didik sebagian dari luar kota seperti Lamongan dan Surabaya.
Ikan-ikan itu, selain dibudidaya dalam kolam juga ditaruh dalam bak. Sehingga, dia harus menyediakan bak sebanyak 1.000 buah. Dalam satu bak, kata dia, berisi satu ekor ikan cupang. Berbeda dengan di dalam kolam, ikan cupang tidak bertarung karena masih kecil.
“Kalau yang di bak berumur sekitar sebulan lebih. Sehingga rentan ada yang mati jika ada dua ekor ikan cupang,” kata lelaki asal Kelurahan Banjarjo Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro itu.
Ikan cupang, juga rentan melompat keluar misalnya yang ditaruh dalam bak. Hal itu, terjadi biasanya karena hujan atau air dalam bak terlalu banyak. Sehingga, untuk menghindari itu, dalam bak diberi tanaman seperti ganggang, apu-apu, dan Ketapang.
“Kalau hujan ya harus ditunggui melihat ikan cupang melompat atau tidak. Kemungkinan, karena terkena air baru sehingga ikan cupang melompat keluar,” katanya.(jk)