SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field dan SKK Migas Jabanusa melakukan monitoring program pengembangan masyarakat yang dilaksanakan Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field selama 2020 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Selasa (2/2/2021).
Perwakilan SKK Migas Jabanusa yang melakukan monitoring adalah Wahyu Dono (Spesialis Pratama Dukungan Bisnis), Dimas Ario Rudhy Pear (Spesialis Dukungan Bisnis), dan Cindy Koeshardini (Staf Humas).
Tim monitoring SKK Migas Jabanusa mengunjungi beberapa desa program PPM PEP Asset 4 Sukowati Field. Di awali dengan meninjau Desa Ngampel, Kecamatan Kapas yang tersentuh program Sahabat Pertamina.
Kepala Desa Ngampel, Purwanto mengatakan, program ini telah berjalan sejak 2018 hingga 2020 dan telah memberikan manfaat. Pertamina EP pertama masuk ke desa dengan Sahabat Pertamina sangat terbantu dengan kesiap-siagaannya.
“Kami harap program ini terus berlanjut ke desa lain sehingga lebih luas manfaatnya,” ucap Kades Ngampel.
Dia menjelaskan, jumlah warga binaan yang telah dicapai Sahabat Pertamina hingga 2020 sebanyak 720 KK di 6 desa dengan data Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) meningkat hingga 74 persen.
Purwanto mengatakan, salah satu penerima manfaat Paimen dulu mempunyai penyakit pernapasan, setelah monitoring kesehatan oleh Tim Sahabat Pertamina yang dilakukan satu minggu sekali dengan edukasi berhasil sembuh dari penyakitnya. Sehingga, pogram tersebut tmenunjukkan hasil baik dari adanya PPM terutama di bidang kesehatan.
“Karena memiliki manfaat yang langsung terasa bagi masyarakat,” ungkapnya.
Selain itu, Tim Monitoring dan Evaluasi yang didampingi Tim Sahabat Pertamina juga meninjau Sarana Pendukung Lingkungan Pot dan Tempat Sampah yang juga berada di sepanjang jalan Desa Ngampel.
Asisstant Manager Legal Relations Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, Victorio mengatakan, Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas terdapat sarana pendukung lingkungan pembangunan TPS. Sebelumnya, desa tidak memiliki tempat pembuangan sampah. Warga masih, menggunakan cara lama yakni dibakar atau ditimbun dalam tanah pekarangan rumah.
“Ini masih perlu diperhatikan antara sampah organik dan anorganiknya, karena percuma kalau sampahnya sudah dipilah tapi dibuang di TPS dicampur lagi,” ucap Asisstant Manager Legal Relations Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, Victorio.
Spesialis Pratama Dukungan Bisnis Wahyu Dono mengatakan, di bidang Pendidikan, Tim Monitoring dan Evaluasi menuju MI Manbaul Ulum, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro. Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field memberikan bantuan pembangunan ruang kelas.
“Langkah ini dirasa bagus meskipun masih banyak yang harus dilanjutkan proses pengerjaannya.
Dia menambahkan, program terakhir yang dikunjungi adalah Pembangunan Embung di Lahan Pembibitan Desa Sukowati, Kecamatan Bojonegoro.(jk)