DPRD Blora Berencana Panggil Pertamina EP dan PT SGT

22026

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora- DPRD Kabupaten Blora, Jawa Tengah akan segera memanggil operator Lapangan Migas Trembul, Kerja Sama Operasi Pertamina EP – PT Sarana GSS Trembul (KSO PEP – PT SGT). Pemanggilan berkaitan dengan belum dilanjutkannya pembangunan jembatan penghubung Canggah Desa Talokwohmojo, Kecamatan Ngawen.

Jembatan menuju Lapangan Gas Trembul ini terbengkalai ditinggalkan oleh kontraktor pelaksana karena masalah keuangan. Sedangkan kerusakan jembatan terjadi sejak tahun 2017 lalu. Diduga karena sering digunakan mobilisasi logistik pengeboran. 

Anggota Komis C DPRD Blora, Mukhlisin menganggap operator lapangan gas Trembul paling bertanggung jawab untuk membangun jembatan. Sekarang ini, kondisi jembatan belum tersambung. Hanya ada sebagian kecil hasil pekerjaan. Sehinga menyulitkan warga untuk beraktifitas.

“Kami berencana memanggil Pertamina EP dan PT SGT untuk mencari titik temu permasalahan sebenarnya,” kata Senin (8/2/2021).

Mukhlisin mengungkapkan, rombongan Komisi C sudah melihat langsung lokasi Jembatan Canggah yang mangkrak. 

“Saya juga sudah meminta Pak Haji Ketut, kontraktor untuk melanjutkan pembangunan setelah ditinggalkan kontraktor yang lama,” ujarnya. 

Haji Ketut adalah kontraktor kedua yang pada tanggal 2019 lalu melanjutkan pekerjaan pembangunan Jembatan Canggah. Namun kontraktor ini juga menghentikan pekerjaan karena masalah pembayaran.

Baca Juga :   Lapan Kenalkan “Semar” untuk Nelayan Tuban

“Sebenarnya kontraktor kedua ini sudah keluar uang ratusan juta untuk menyelesaikan pekerjaan. Termasuk pesan Greder Beton di Kabupaten Boyolali. Tapi karena belum ada pembayaran dari KSO PEP – PT SGT, maka belum bisa diambil,” jelasnya. 

Mukhlisin menambahkan, hearing nanti untuk mencari jalan keluar agar pembangunan Jembatan Canggah segera dilanjutkan sehingga tidak merugikan masyarakat. Jika diperlukan pihaknya akan meminta Bupati Blora turun tangan. 

“Meminta Pertanggung jawaban Pertamina yang memberi KSO,” tegas politisi asal Kecamatan Ngawen ini.

Untuk diketahui, belum dibangunnya Jembatan Canggah ini membuat proses pembelian gas oleh BUMD Blora, PT Blora Patra Energi (BPE) untuk diproses menjadi CNG, menjadi tertunda. 

“Jual beli bisa dilakukan kalau jembatan sudah jadi,” kata Plt Dirut BUMD Blora PT BPE. 

Terpisah, Kepala Lapangan KSO – PT SGT, Agus Pamudji Widodo, tidak bisa berkata banyak terkait hal itu.  

“Terkait jembatan itu, pihak manajemen yang lebih tahu,” kata dia.(ams)


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   PP Belum Terbit, Dana Abadi Pendidikan Berkelanjutan Dipasang di APBD 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *