Pemasangan Jargas Tahap Dua di Blora Belum Tuntas

22044

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Proyek Jaringan Gas (Jargas) rumah tangga program Kementerian ESDM tahap ke dua untuk Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, belum tuntas. Pekerjaan sudah dimulai sejak tahun 2020 lalu, dan ditargetkan rampung pada tahun 2021 ini.

Dari target 4.219 sambungan rumah (SR), telah direalisasikan  3.711 SR atau sudah 88 % per Januari 2021.   

“Untuk proyek secara fisik sudah selesai, tinggal menyambungan gas ke rumah warga,” ujar Kepala Subbagian Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Blora, Tulus Prasetya, Rabu, (10/2/2021). 

Penyambungan gas akan dilaksanakan PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) secara bertahap karena keterbatasan perusahaan. 

“Setiap bulan saya selalu mendapatkan update berapa saja yang sudah terpasang dan dimana saja,” imbuh Tulus.

Tulus menjelaskan, Jargas sebanyak  3.711 SR berada di tiga desa yang terdiri dari empat sektor. Yakni, Desa Medalem sektor 12 target 874 SR dan kini baru terpasang 715, Desa Mendenrejo sektor 13 target 968 sudah terpasang 902, dan di Desa Mendenrejo yang sektor 14 target 1.222 terpasang 1.071. 

Baca Juga :   DLH Sebut Kebocoran Minyak Mentah Pertamina Berpotensi Rusak Lingkungan

“Sedangkan untuk sektor 15 terdiri dari Desa Medalem dan Nglungger ada 1.155 dan terpasang 1.023 SR,” terangnya.

Menurutnya, pencapaian pemasangan Jargas ini sudah baik karena gas in atau sudah mulai mengalir ke rumah warga pada November lalu. Karena untuk proses pemasangan perlu dilakukan verifikasi ke penerima gas. Diharapkan semua SR bisa teraliri gas pada 2021. 

“Pihak PGN menargetkan terpasang 100 persen pada Mei tahun ini,” ujarnya. 

Tulus menambahkan, proyek citygas sejak 2020 lebih diperketat karena jargas langung dipasangkan ke komporgas milik warga. Tidak seperti proyek jargas yang dipasang pada 2013 lalu, banyak yang tidak bisa disambungkan, sehingga sampai saat ini banyak yang mangkrak. 

Sekadar diketahui, gas alam yang rencana dialirkan ke rumah tangga berasal dari fasilitas Central Processing Plant (CPP) Gundih Pertamina EP Asset 4 Field Cepu. Dengan jatah gas sebesar 0,5 juta standart kaki kubik per hari (MMSCFD) mampu memenuhi gas sebanyak 4.000 SR. Sementara, sekarang ini jargas dari program yang sama yang dibangun tahun 2013 lalu juga masih belum optimal.(ams) 

Baca Juga :   Subholding Upstream Pertamina Bagikan 1.200 Hewan Kurban


»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *