Kondisi Ekonomi Makro Blora Alami Peningkatan

22054

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Kondisi ekonomi Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada tahun 2020 secara makro mengalami peningkatan dibanding 2019. Diantaranya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari rarget sebesar 68,34 terealisasi sebesar 68,84.

Kemudian, rata-rata lama sekolah dari target sebesar 6,5 tahun dan terealisasi sebesar 6,83 tahun. Disusul usia haarapan hidup dari target sebesar 73,98 tahun, terealisasi sebesar 74,41 tahun.

“Selain itu, pengeluaran riil perkapita, dari target daerah sebesar Rp9.354.000,00 per tahun terealisasi sebesar Rp9.571.000,00,” ujar Bupati Blora Djoko Nugroho saat penyampaian Laporan Keterangan Pertanggunjawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2020 dalam Rapat Paripurna DPRD di Pendapa Sekretariat DPRD Kabupaten Blora, Kamis (11/2/2021).

Namun demikian, lanjut Bupati, masih terdapat beberapa target indikator makro ekonomi daerah yang perlu upaya keras dalam pencapaianya. 

“Seperti persentase penduduk miskin, tingkat pengangguran terbuka, dan angka usia harapan lama sekolah,” beber Kokok, panggilan akrab Bupati Blora.

Penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah juga menjadi salah 1 poin yang dilaporkan oleh Bupati Blora.  Salah satu parameter keberhasilan penyelenggaraan urusan pemerintahan adalah dengan melihat tingkat capaian indikator kinerja program pada masing-masing urusan.

Baca Juga :   Tarik Investasi, 4 Kecamatan di Bojonegoro Jadi Kawasan Perkotaan

LKPJ yang disampaikan ini memuat hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan. Utamanya menyangkut pertanggungjawaban kinerja yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah(Pemda) selama satu tahun anggaran.

Selanjutnya akan dibahas secara intern oleh DPRD.  Hasil dari pembahasan tersebut berupa Keputusan DPRD, perihal rekomendasi dan catatan atas LKPJ kepada Bupati untuk perbaikan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di tahun berikutnya.

Sementara itu, dalam laporan Struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten (APBD) Blora Tahun Anggaran 2020 berdasarkan  Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun anggaran 2020 dalam kondisi Unaudited. Target Pendapatan Daerah sebesar Rp2.132.748.657.216,00 dapat direalisasikan sebesar Rp2.128.096.502.114,00 atau 99,78%-nya. Sedangkan Pendapatan Asli Daerah dengan target sebesar Rp277.463.428.182,00 dapat direalisasikan sebesar Rp299.837.200.880,00 atau 108,06%.

Dana Perimbangan Kabupaten Blora dengan target sebesar Rp1.298.300.937.134,00  terealisasi sebesar Rp1.259.239.750.269,00 atau 96,99%, dan lain-Lain pendapatan daerah yang sah dengan target sebesar Rp556.984.291.900,00 terealisasi sebesar Rp569.019.550.965,00 atau 102,16%.

“Untuk Belanja Daerah Kabupaten dari target sebesar Rp2.226.101.348.586,00 terealisasi sebesar Rp2.109.155.883.086,00 atau 94,75%,” pungkas Kokok.(ams)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *