Tuban Hibahkan 22,7 M untuk Tempat Ibadah

22155

SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo

Tuban  – Sepanjang empat tahun anggaran mulai 2018 hingga 2021 bantuan hibang untuk tempat ibadah, pondok pesantren (Ponpes), Tempat Pendidikan Alquran (TPQ), dan Ormas dari Pemkab Tuban, Jawa Timur mencapai Rp22,734 miliar. Hibah tersebut sebagai bagian dari program sektor religi untuk meningkatkan kualitas keimanan warga masyarakat.

Hibah hamper mendekati angka Rp3 miliar tersebut diserahkan kepada 633 lembaga. Rinciannya untuk 10 gereja, 92 masjid, 61 mushola, 44 Ponpes, dan 426 unit TPQ.

Sedangkan dari APBD tahun 2021, sesuai data dari bagian Kesra Pemkab Tuban jumlah hibah sebanyak Rp7,175 miliar. Dari jumlah tersebut sebanyak Rp2,5 miliar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur fasilitas tempat ibadah, Ponpes, dan 63 lembaga TPQ.

“Rincian lembaga penerimanya adalah delapan gereja, 24 masjid, 15 mushola, delapan Ponpes, dan delapan TPQ,” kata Kabag Kesra Setda Tuban, Eko Julianto, saat penyerahan hibah oleh Bupati Tuban H Fathul Huda di Pendapa Kridho Manunggal Tuban, Kamis (4/3/2021).

“Sesuai arahan dari Bapak Bupati, semoga hibah tersebut bermanfaat dan barokah,” tambah mantan Camat Semanding itu.

Baca Juga :   Pelaku Hiburan Malam Sambut Ramadan

Sedangkan Bupati Fathul Huda menyatakan, penyerahan hibah sebagai penghargaan kepada masyarakat yang telah mendukung pembangunan di Kabupaten Tuban di sektor keagamaan. Penguatan sektor religi menjadi bentuk dorongan untuk meningkatkan kualitas keimanan. Juga penghargaan atas perjuangan para tokoh agama, dan tokoh masyarakat dalam mewujudkan pembangunan masyarakat yang religius.

“Para tokoh agama dan masyarakat berperan membangun karakter masyarakat, terutama generasi muda,” ungkap Bupati Tuban dua periode dihadapan 11 perwakilan lembaga penerima hibah.

Bupati Huda dalam prosesi yang dihadiri Wabup Tuban Noor nahar Hussein, dan Sekda Dr Budi Wiyana,  berharap, bantuan hibah menjadi stimulan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur keagamaan. Harapannya melalui stimulant tersebut realisasi infrastruktur yang dibangun dapat melebihi nilai hibah yang diserahkan.

Pembangunan infrastruktur tempat ibadah, hendaknya diimbangi dengan pembangunan kualitas sumberdaya manusianya. Perlu pengelolaan sedemikian rupa agar masyarakat memperoleh manfaat dari fasilitas tempat ibadah secara optimal.

Ulama dari NU Tuban ini menerangkan, kondisi masyarakat yang harmonis mendukung pembangunan Tuban. “Karenanya, kerukunan antar umat beragama harus senantiasa dijaga dari masa ke masa,” tuturnya. (tbu) 

Baca Juga :   Terminal Rajekwesi Bojonegoro Mulai Ramai, Jumlah Penumpang Bertambah

 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *