Dewan Pendidikan Sinau Bareng Bersama Mensesneg Pratikno

22166

SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko

Bojonegoro – Dewan pendidikan Bojonegoro menggelar sinau bareng bersama Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia (Mensesneg RI), Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. secara daring di Sekolah Dasar (SD) Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (06/03/2021).

Kegiatan yang dikemas dengan “Sinau Pendidikan Bareng Mensesneg RI, Menyiapkan Pendidikan Bojonegoro Masa Depan” ini sangat perlu dilakukan guna bisa membangunkan dan mengarahkan dewan pendidikan khususnya, dan kepada insan pendidikan Bojonegoro pada umumnya dalam menyusun dan menyiapkan pendidikan Bojonegoro masa depan.

Dalam laporannya, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, mengatakan, bahwa di tahun 2020 telah menyiapkan beasiswa buat sarjana setiap desa. Namun pada tahun 2020 terserapnya baru 20 persen.

“Dan ini kami mempunyai PR (Pekerjaan Rumah) terus untuk mengajak bersama sama mensosialisasikan terhadap beasiswa untuk sarjana setiap desa agar pemerataan ini terwujud dengan baik,” ujarnya.

Mensesneg Pratikno, mengatakan, bahwa volume atau proporsi sekala nasional untuk pendidikan sekolah dasar (SD) ke bawah yang sudah masuk ke pasar kerja proporsinya sangat tinggi.

Baca Juga :   ISTeK ICsada Bojonegoro Wisuda 164 Mahasiswa

“Dugaan saya Bojonegoro lebih baik, tapi karena ini skala nasional mungkin tidak jauh dari data ini. Untuk para remaja yang masuk usia kerja masih didominasi pendidikan SD kebawah,” tandas pria asli kelahiran Desa Dolokgede ini.

Oleh karena itu jika berbicara pendidikan, lanjut Pratikno, bagaimana memikirkan agar melanjutkan studi, namun juga memikirkan bagaimana mereka bisa hidup dimanapun mereka putus sekolah. Dimana tujuan pendidikan paling utama secara umum adalah dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat. Namun kontribusi kepada masyarakat itu dari waktu ke waktu akan bisa berubah sesuai dengan tantangan zaman.

“Dunia sekarang dalam 20 tahun terakhir ini sedang luar biasa perkembangannya, yang disebut revolusi industri,” ujarnya.

Dijelaskan, bahwa perusahaan besar kini tidak lagi melihat apa ijazahnya, tapi apa yang telah dilakukan, apa yang telah dihasilkan. Dikatakan bahwa pendidikan suatu saat bisa jadi tidak bermakna jika tidak mau memperbaiki diri. Karena itu pendidikan perlu diperhatikan dengan serius. Diantaranya berkaitan dengan pendidikan toleransi, dan kerukunan. Artinya dengan sistem belajar bersama maka para siswa nantinya bisa pintar sejajar tidak salah satu saja yang menonjol.

Baca Juga :   Jelang UN, Siswa di Jalur Pipa Blok Cepu Ikuti Istighotsah

“Saya titip kepada dinas pendidikan, dewan pendidikan, para guru untuk memberkaitan pendidikan toleransi, kerukunan, dan gotong royong. Mendorong anak untuk saling bekerjasama, dan bukan kesistem karena nilainya tinggi. Saya nitip sistem pembelajaran itu untuk diperhatikan,” pungkasnya.

Ketua Dewan Pendidikan Bojonegoro, Ridlwan Hambali, mengucapkan terimakasih kepada Mensesneg Pratikno, yang telah memberikan arahan, dan pengarahan untuk menjadikan bekal serta bahan menyusun pendidikan di Bojonegoro kedepan menjadi lebih baik.

“Kami akan jadikan bahan rapat kerja dewan pendidikan, dan hari ini langsung kami susun dan merumuskan untuk pendidikan di Bojonegoro kedepan yang lebih baik,” kata Hambali.

“Terimakasih Pak Mensesneg Pratikno atas arahannya. Kami sepakat, selanjutnya bersama dewan pendidikan segera merumuskan tahapan yang bisa kami lakukan demi pendidikan di Bojonegoro yang lebih baik lagi,” sambung Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, Dandi Suprayitno.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *