SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Banjir bandang melanda Dusun Sugihan, Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Diduga karena hujan dengan intensitas tinggi sehingga membuat jebolnya tanggul Sungai Soko lama. Kejadian tersebut berakibat tergenangnya 120 rumah warga dan sekira 10 Hektar (Ha) area persawahan yang ditanami padi dan bawang merah.
Kapolsek Temayang, Inspektur Satu (Iptu) Jatmiko menuturkan, peristiwa tersebut merupakan jenis banjir kiriman berasal dari Desa Soko, Kecamatan Temayang, dan Desa Pajeng, Kecamatan Gondang, yang mengalir melalui Sungai Soko menuju Dusun Sugihan. Hujan deras yang terjadi sejak pukul 18.45 WIB diperkirakan menjadi penyebabnya.
“Sungai Soko sebetulnya telah dibuatkan sudetan di sebelah Barat pada 2020 lalu. Tetapi diduga karena curah hujan yang sangat tinggi, mengakibatkan sudetan itu longsor dan menutupi aliran sungai. Sehingga tanggul sungai lama jebol,” tutur Iptu Jatmiko, kepada SuaraBanyuurip.com, Minggu (14/03/2021) malam.
Jebolnya tanggul sungai lama, lanjut Iptu Jatmiko, berakibat banjir bandang yang menggenangi sebanyak 120 rumah warga setempat. Tersebar di empat Rukun Tetangga (RT) dengan ketinggian bervariasi mulai 30 Centimeter (Cm) hingga 50 Cm. Yakni RT 10, 11,12 dan 13.
“Jalan Bojonegoro-Nganjuk sempat tergenang selama 1,5 jam dengan ketinggian 60 Cm,” imbuhnya.
Dijelaskan, tanaman padi dan bawang merah di area persawahan juga tergenang banjir dengan ketinggian 100 Cm, seluas sekira 10 Ha.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana ini. Namun, jika hujan deras terjadi lagi di Desa Soko dan Desa Pajeng, diperkirakan banjir bandang akan terjadi lagi,” pungkasnya.(fin)