SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Jakarta – Direktorat Jendral Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM menyampaikan jika tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada kegiatan pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga (Jargas) masih rendah.
“Ini dikarenakan beberapa bahan baku material masih impor,” tegas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji usai menyaksikan penandatanganan kontrak Jargas Tahap I Tahun 2021.Â
Oleh karena itu dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan komponen dalam negeri pada pelaksanaan pembangunan jargas, Tutuka meminta agar penggunaan material dalam negeri harus ditingkatkan mulai dari sekarang.Â
“Kita akan membuat roadmap penggunaan TKDN,” tegas Tutuka.
Pihaknya berharap kegiatan pembangunan jargas ini dapat menyerap lebih banyak tenaga lokal, sehingga dapat membantu perekonomian wilayah setempat.
“Good governance juga penting diperhatikan dalam setiap kegiatan. Para Pejabat pembuat komitmen atau PPK harus menjaga integritas agar program berjalan lancar, aman dan bermanfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Tutuka menegaskan pembangunan jargas merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) yang mendukung diversifikasi energi. Program ini dilaksanakan dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan potensi gas bumi melalui pipa untuk sektor rumah tangga dengan menggunakan dana APBN. Pengoperasian dan pengembangannya ditugaskan kepada BUMN sebagai pihak yang memiliki tugas fungsi, kemampuan teknis, pengalaman dalam menyelenggarakan kegiatan penyediaan dan pendistribusian gas bumi.
Program pembangunan jargas bertujuan memberikan akses energi kepada masyarakat, memberikan dampak positif kepada masyarakat melalui penghematan pengeluaran biaya bahan bakar gas bumi, membantu ekonomi masyarakat menuju ekonomi masyarakat mandiri dan ramah lingkungan, serta mengurangi beban subsidi BBM atau LPG pada sektor rumah tangga.
“Saya telah menyaksikan hasil pembangunan jargas di Kota Lamongan dan terlihat jelas betapa bahagianya seorang ibu menggunakan jargas yang murah dan bersih. Kemudahan dan kenyaman telah diberikan Pemerintah,” ungkap Tutuka.
Menyukseskan program pembangunan jargas, menurut Tutuka, bukan hanya menjadi tugas Pemerintah. Tapi seluruh pihak terkait diharapkan dapat berkontribusi secara signifikan sehingga program dapat terlaksana dengan baik.
Program jargas telah dilaksanakan Kementerian ESDM c.q Ditjen Migas sejak tahun 2009 dan sampai dengan saat ini total telah terpasang 535.555 SR. Target pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga berdasarkan RPJMN sebesar 4 juta SR pada tahun 2024. Jargas yang dibangun pada tahun ini seharusnya dilaksanakan pada tahun 2020, namun anggarannya direalokasi untuk penanganan Covid-19.
Kontrak pembangunan jargas untuk tahap I tahun Anggaran 2021 senilai Rp 467.791.556.196. Berjumlah 5 paket dengan jumlah sambungan rumah sebanyak 60.875 SR. Kontrak ini merupakan separuh atau 50% dari total SR yang dibangun tahun 2021 yaitu sebanyak 120.776 SR di 21 kabupaten/kota.(suko)