SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Pemasangan jaringan gas untuk rumah tangga (Jargas) sebanyak 10.000 sambungan rumah (SR) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada Maret 2021, tertunda. Pemerintah pusat belum menetapkan pemenang proyek pembangunan jargas tahap III untuk paket 14 meliputi Kabupaten Bojonegoro dan Lamongan.
“Penandatangan kontrak tahap III, masih dalam proses penetapan pemenang oleh Pokja Pemilihan Kementerian ESDM,” ujar Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Noor Arifin Muhammad melalui keterangan tertulisnya.
Dijelaskan kontrak pembangunan jargas yang baru ditandatangani adalah untuk tahap I tahun Anggaran 2021 senilai Rp Rp 467.791.556.196. Berjumlah 5 paket dengan jumlah sambungan rumah sebanyak 60.875 SR.Â
“Kontrak ini merupakan separuh atau 50% dari total SR yang dibangun tahun 2021 yaitu sebanyak 120.776 SR di 21 kabupaten/kota,” kata Noor Arifin.
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, lanjut dia, telah melaksanakan lelang pembangunan jargas tahun 2021 yang terbagi dalam 10 paket mulai 10 November 2020 (tender pra DIPA), baik tender pembangunan jargas (EPC) maupun seleksi pengawasan pembangunan jargas (PMC).Â
Selanjutnya, penandatanganan kontrak dibagi dalam 3 tahap yaitu 5 paket pada tahap I, 2 paket tahap II dan 3 paket di tahap III.
Untuk 5 paket yang telah ditandatangani ini, terdiri dari Paket 1 yang meliputi Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Timur sebanyak 11.526 SR, Paket 12 meliputi Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon sebanyak 8.273 SR dan Paket 15 meliputi Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo sebanyak 17.506 SR.
Selain itu, Paket 17 meliputi Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan sebanyak 12.753 SR dan Paket 18 yang meliputi Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo sebanyak 10.817 SR.
“Untuk penandatanganan kontrak tahap II, saat ini masih proses diterbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) oleh PPK yaitu untuk Paket 6 meliputi Kabupaten Banyuasin dan Paket 11 yang meliputi Kabupaten Karawang dan Kabupaten Subang,” jelas Noor Arifin.Â
Sedangkan penandatangan tahap III, masih dalam proses penetapan pemenang oleh Pokja Pemilihan KESDM yaitu Paket 8 meliputi Kabupaten Wajo dan Kabupaten Banggai, Paket 14 meliputi Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Lamongan, serta Paket 16 meliputi Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang.Â
Sebelumnya, Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Bojonegoro M. Farid Naqib menyampaikan pembangunan jargas 10.000 SR di tiga kecamatan rencananya tereali Maret 2021 ini.Â
Dijelaskan untuk penempatan regulator sector (RS) dan Metering Regulator System (MRS) jaringan gas bumi untuk rumah tangga tersebar di tiga kecamatan. Tiga kecamatan itu meliputi Kecamatan Bojonegoro terdiri penempatan MRS tepatnya di dinas perdagangan (disaat) masuk Desa Tikusan, RS SDN Sukorejo, RS Kantor Kecamatan Bojonegoro tepatnya di Jalan Pemuda, RS – 3 SMPN, dan RS Kantor BPMD.
Untuk Kecamatan Gayam penempatan MRS berada di samping Tien – In, jalur pipa Gresem masuk Desa Beged, RS halaman Kantor Desa Beged, RS pinggir lapangan Desa Mojodelik, RS belakang Kantor Desa Gayam, halaman Puskesmas Gayam, dan halaman Kantor Desa Ringintunggal.
Sedangkan di Kecamatan Ngasem ada dua penempatan jargas yakni halaman Kantor Desa Bandungrejo, dan halaman kantor Desa Jelu.
Pemasangan diprioritaskan pada tempat yang dekat dengan jalur pipa gas Gresik – Semarang (Gresem).
“Jargas ini rencananya diprioritaskan untuk masyarakat kurang mampu. Pemasangannya akan dilakukan bertahap,” ujar Farid.(suko)