SuaraBanyuurip.com -Â Joko Kuncoro
Bojonegoro – Sebanyak tiga perusahaan sektor migas di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur belum melaporkan jumlah tenaga kerja (naker) hingga 2021 ini. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro terakhir diterima tahun 2019 lalu.
Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro Slamet mengatakan, belum menerima laporan jumlah naker yang bekerja di tiga perusahaan migas. Tiga perusahaan migas itu, di antaranya ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, dan Pertamina EP Cepu.
“Terakhir menerima laporan dari tiga perusahaan migas itu pada 2019 lalu. Dan hingga kini belum menerima laporan naker terbaru,” katanya, Selasa (16/3/2021).
Dia menjelaskan, data terakhir yang diterima dari EMCL hingga Agustus 2019 ada 287 naker. Sedangkan, Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field hingga Oktober 2019 ada 280 naker yang dilaporkan ke disperinaker Bojonegoro.
“Untuk Pertamina EP Cepu juga sama terakhir melaporkan Agustus 2019 lalu. Yakni sebanyak 197 naker yang telah dilaporkan,” jelasnya.
Dia menambahkan, jumlah naker tersebut terdiri dari naker lokal dan non lokal dan dibagi dalam tiga kategori. Yakni naker yang memiliki skill, semi skill dan un skill yang berada di tiga perusahaan migas di Bojonegoro tersebut.
“Sedangkan, untuk yang rutin melakukan laporan jumlah naker adalah proyek migas di Jambaran Tiung Biru (JTB),” katanya.(jk)