SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wahana Sejahtera, Desa Mejuwet, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengembangkan Unit Usaha Pembibitan Padi. Hal tersebut dilakukan dalam rangka menekan ongkos produksi saat tiba musim tanam.
Ketua BUMDesa Wahana Sejahtera, Abdul Aziz mengungkapkan, unit usaha pembibitan padi ini adalah unit ketiga yang dikembangkan. Sebelumnya sudah ada dua unit usaha yang sudah berjalan dengan baik.
“Pertama Hippam, dan kedua adalah unit usaha jasa niaga, sedang ketiga adalah usaha pembibitan padi yang sedang kita rintis,” ungkapnya, kepada SuaraBanyuurip.com, Minggu (21/03/2021).
Aziz, sapaan akrabnya, mengatakan, bahwa sumber dana untuk rintisan pembibitan ini masih bersumber dari keuangan pribadi Kepala Desa (Kades) Mejuwet. Karena dana untuk BUMDes yang berasal dari dana APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) sebelumnya dianggarkan untuk perbaikan Hippam.
Dikonfirmasi, Kades Mejuwet Muhadi membenarkan, bahwa ia rela mengeluarkan kocek pribadi untuk mendukung BUMDes di Mejuwet agar berhasil dalam bidang pertanian. Dilatar belakangi oleh keinginannya menekan ongkos produksi penanaman padi yang dikeluarkan para petani di Mejuwet, khususnya dalam bidang pembenihan.
“Bakal benih label putih untuk musim tanam yang kedua ini sementara dari dana pribadi saya. Dengan adanya pembenihan sendiri, kami berharap ongkos produksi bisa ditekan serendah mungkin. Tujuannya agar saat panen raya dimana harga cenderung turun, petani daerah kami masih bisa tertolong,” katanya.
Dijelaskan, para petani di Mejuwet menyukai varietas Inpari 32 dan 42. Sehingga pembenihan yang dibudidayakan adalah jenis tersebut.
“Untuk lahan pembibitan dua varietas itu masih memakai Bengkok Kades seluas sekira 0,4 Hektar,” jelasnya.
Muhadi, demikian ia akrab disapa, menambahkan, konsep yang dibangun tersebut demi meningkatkan kesejahteraan warganya yang mayoritas adalah petani. Dengan cara menyediakan bibit, sampai pemberian kredit untuk pemupukan, bahkan hingga penyerapan hasil produksi nantinya.
Pria alumnus Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bojonegoro ini menginginkan BUMDes Wahana Sejahtera nantinya mampu membantu petani pada musim pertama tahun depan, melalui Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Mejuwet.
Yakni dengan cara memberi pinjaman bibit, dan obat-obatan pertanian kepada petani yang kekurangan modal dengan harga dibawah pasaran. Demi tercapainya biaya produksi pertanian yang sekecil-kecilnya.
“Penguatan modal dari pemerintah dalam hal ini tentu sangat kami nantikan agar petani sejahtera, khususnya di Desa Mejuwet,” pungkasnya.(fin)