SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, secara simbolis menyerahan bantuan sosial (Bansos) dari Dinas Sosial Bojonegoro kepada empat perwakilan warga Desa Gondang yang terdampak pasca luapan air sungai anak pacal di Hari Ulang Tahun Taruna Siaga Bencana (HUT TAGANA) ke-17 di GOR Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (24/03/2021).
Bansos yang diserahkan sebanyak 200 batang bibit pohon jati, perlengkapan tidur, yaitu kasur, bantal, guling, pakaian, dan perlengkapan ibadah berupa mukena, sajadah, sarung, dan baju koko.
Di awal tahun 2021 TAGANA Kabupaten Bojonegoro menunjukkan pengabdiannya dalam penanganan sosial dan kebencanan. Salah satunya dengan mendirikan dapur umum di Desa Sumberarum Kecamatan Dander dalam penanggulangan pasca banjir bandang.
Penanaman seribu pohon bersama Bupati Anna di Bose Park Sekar, mendirikan dapur umum guna membantu warga terdampak tanah longsor Desa Ngetos, Kabuoaten Nganjuk, dan mendirikan dapur umum untuk mendukung warga terdampak luapan air sungai anak pacal Kecamatan Gondang.
Bupati Anna mengatakan, siaga bencana bisa dikatakan siaga bencana alam dan non alam. Perubahan alam saat ini sangat luar biasa dan hampir terjadi di beberapa belahan dunia, termasuk juga di Indonesia. Seperti yang terjadi dalam beberapa hari ini yakni banjir Australia yang hampir menggenangi seluruh wilayah.
“Dalam hal ini pola hidup masyarakat harus semakin sadar betapa pentingnya pelestarian lingkungan dan sumber daya alam,” kata bupati wanita pertama di Bojonegoro ini dalam sambutannya.
Dengan semangat HUT Ke-17 TAGANA ini, Bupati Anna, mengajak kepada seluruh kader/relawan TAGANA untuk selalu mengabdi kepada masyarakat bertindak secara cepat dan tepat, juga mengedapankan tindakan-tindakan yang sifatnya prefentif dan kuratif dalam hal penanganan bencana.
“Begitu pula bencana non alam seperti pandemi covid 19 saat ini, TAGANA juga turut berpartisipasi menjadi bagian terhadap penanganan, pencegahan, sosialisasi, membantu gugus tugas tingkat kabupaten, kecamatan, maupun di tingkat desa,” pungkasnya.(sam)