SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi UtomoÂ
Tuban – Tim Kordinasi (Timkor) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kabupaten Tuban, Jatim bersama supplier komoditas pangan BPNT, mengambil kebijakan mendistribusikan beras BPNT periode bulan Maret 2021 kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah setempat mulai, Kamis (25/3/2021).
Sementara itu, ferivikasi data KPM yang dilakukan oleh Kementrian Sosial (Kemensos) hingga mendekati akhir Maret belum tuntas. Akibatnya pihak Dinas Sosial (Dinsos) P3A Tuban, hingga kini belum mendapatkan data terbaru berapa jumlah KPM yang terupdate.
Pembagian Bansos BPNT bulan Maret ini, menurut Kabid Pengembangan Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos P3A Tuban, Rita Zahara Afrianti, mengacu pada data bulan Februari 2021. Kebijakan yang diambil Timkor BPNT Tuban tersebut telah dimatangkan dengan para supplier.
“Ferivikasi dari Kemensos belum selesai, kita berpedoman pada jumlah KPM bulan Februari lalu,†kata Rita Zahara, saat ditemui mengecek kualitas beras BPNT di Kantor Kecamatan Palang, Tuban tadi siang.
Rita saat pengecekan kualitas komoditas bersama Timkor BPNT Tuban, diantaranya dari jajaran Dinsos P3A, Bappeda, Polres, Kodim, Satpol PP, dan unsur terkait lain. Tampak Camat Palang Rohmad di damping jajaran Polsek dan Koramil Palang, TKSK Palang Sunardi, dan paguyuban agen BPNT Palang Supriyanto bersama sejumlah agen.
Menurut Rita, sesuai informasi hasil ferivikasi data KPM dari Kemensos berikut pendistribusian Bansos BPNT akan turun pada akhir bulan Maret. Pendistribusianya dijadikan satu dengan periode April 2021. Sedangkan pembagian Bansos saat ini merupakan kebijakan dari Timkor BPNT Tuban bersama supplier komoditas pangan.
Sedangkan TKSK Palang, Sunardi, mengatakan, susai data Pra Order (PO) yang disampaikan 23 agen BPNT untuk bulan Maret 2021 ini mengajukan sebanyak 5.462 KPM. Jumlah ini lebih banyak dibanding periode bulan Februari sebanyak 5.284 KPM.
Terkait berapa KPM penerima BPNT semuanya masih dalam ferivikasi dari Kemensos. Pihaknya hanya mengajukan data yang masuk dari agen yang tersebar di desa dan kelurahan.
“Timkor dari Palang mengawal serius program Bansos dari Kemensos, agar berjalan sesuai prosedur dengan kualitas komoditas sesuai ketentuan. Mulai dari supplier, agen sampai ke tangan KPM kami melakukan pengawalan,†kata pria berkacamata minus itu.
Untuk kualitas beras premium sesuai permintaan KPM melalui agen, timpal Ketua Paguyuban Agen BPNT Supriyanto, dari Palang dijamin terbaik. Selama ini tidak ada permasalahan masalah komoditas beras. Termasuk juga telur ayam, tahu dan tempe.
Sesuai peraturan komposisi komoditas BPNT, terdiri dari unsur karbohidrat 70 persen (beras premium 15 Kg). Sisanya 30 persen berupa protein hewani (telur), dan protein nabati (tahu atau tempe).
“Kami sangat ketat melakukan pengawalan program BPNT, termasuk menjaga kualitas komoditas agar program berhasil sesuai peraturan,†kata Camat Rohmad.
Sampai pencairan bulan Maret 2021 ini, menurut Agen BPNT Desa Panyuran, Mutiatul, dan Erik Yulianto agen BPNT Desa Palang, belum ada KPM mengundurkan diri sebagai penerima program di wilayahnya. Hal itu membuktikan jika program ini sangat bermanfaat, dan dibutuhkan warga.
“Terkait berapa KPM yang akan menerima semaunya menjadi keputusan pusat (maksudnya Kemensos-Red). Kami dari agen hanya mengajukan data KPM, tapi juga tetap mengontrol jika komoditas tak sesuai pasti akan kami kembalikan,†kata Erik Yulianto saat ditemui terpisah. (tbu)