SuaraBanyuurip.com – Ahmad SampurnoÂ
Blora - Taruna Akademi Angkatan Laut mendapat pelatihan pengelolaan bahan bakar minyak dan pelumas (BMP) di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Migas Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai Senin – Selasa (29- 31/3/2021). Pelatihan ini untuk menunjang kinerja TNI dari Sabang dalam pengelolaan logistik.
Deputi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bidang Polsoskam, Imam Bastari, menegaskan bahwa BPKP mendapat mendapat mandat dari Menteri Keuangan untuk mengetahui berapa besar jumlah kuantum kebutuhan BMP yang layak di lingkungan TNI.Â
Mandat tersebut, lanjut Imam, disampaikan pada rapat koordinasi logistik (Rakorlo TNI yang dilaksanakan di Mabes TNI Cilangkap, Kamis (18/3/2021) lalu. Rapat dipimpin langsung oleh Aslog Panglima TNI. Dihadiri seluruh Aslog Kepala Staf Angkatan dan para staf jajaran logistik di lingkungan TNI.
“Untuk itu, rekomendasi yang diberikan dapat ditindaklanjuti sehingga dapat menjawab permasalahan pokok yang ada selama ini, yaitu kebutuhan akan kecepatan, akurasi, dan akuntabilitas data rencana Kebutuhan BMP,” ujar Bastari
Selain itu, tambah dia, BPKP ingin tidak ada lagi perbedaan penafsiran dalam penerapan prosedur pengelolaan BMP. Juga menekankan arti pentingnya perencanaan, baik yang bersifat kegiatan rutin.
“Serta perencanaan kontinjensi untuk mengantisipasi hal-hal non rutin,” pungkasnya.
Risdiyanta, salah seorang Widyaiswara Madya PPSDM Migas menjelaskan para Taruna Akademi AL ini mendapatkan 24 jp materi dengan 19 jam pelajaran teori dan 5 jam pelajaran praktik.
“Setelah mengikuti pelatihan ini peserta pelatihan diharapkan mampu untuk mengerti dan memahami tentang proses pengolahan BBM dan pelumas, pengetahuan produk BBM dan minyak lumas, pengelolaan BBM dan minyak Lumas, pengukuran dan perhitungan minyak standar, sampling ninyak, lengujian nutu BBM dan pelumas,” tutur Risdiyanta.
Dalam kegiatan ini, Kepala Departemen Teknik Kolonel Laut, M. Suprapto menjelaskan keberhasilan tugas TNI AL, pada hakikatnya bertumpu pada kualitas personil pengawas organisasi TNI AL secara menyeluruh yang terefleksikan pada kadar kualitas intelektual dan moral sebagai cerminan tingkat profesionalismenya.
Oleh karena itu diperlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan melalui kegiatan pelatihan dan praktek sesuai dengan kondisi penugasan di lapangan sebagai perwira TNI AL tentang bidang tugas dan wewenang yang akan mereka pergunakan ditempat tugas baik di kapal perang maupun di staf operasional.Â
“Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan institusi seperti PPSDM Migas yang telah berpengalaman di bidang pelatihan minyak dan gas bumi,” tambah Suprapto.
Menutup acara pembukaan ini, Ir. Sulistiyono Koordinator Penyelenggaraan dan Sarana Prasarana Pengembangan SDM PPSDM Migas menambahkan bahwa PPSDM Migas satu-satunya lembaga pelatihan milik pemerintah yang mempunyai sarana dan prasarana yang lengkap dan memadai, baik secara teori dan praktek. Lembaga ini juga sudah terakreditasi ISO 9001 tentang manajemen mutu, ISO 1901 tentang SML dan ISO 4501 tentang K3 sehingga mutu dan kualitas tetap terjaga.Â
“Pesan saya untuk para Akademi Taruna AL yang mengikuti pelatihan ini untuk bersungguh- sungguh Sehingga nanti ilmu tersebut dapat digunakan ketika para taruna betugas di lapangan atau kapal,”tutup Sulistyono.(adv/ams)