SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora -Â Kebutuhan teknisi dalam bidang perawatan mekanik sektor industri minyak dan gas bumi (Migas) yang bersertifikasi sudah menjadi mandatori, bagi banyak perusahaan yang bergerak dalam bidang Migas. Teknisi perawatan mekanik yang memiliki kompetensi dan bersertifikasi dapat menjamin kelancaran proses produksi dan operasional kegiatan Migas.
Dalam Undang Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi pasal 39 dan 40 dijelaskan bahawa perusahaan migas wajib menjamin standar dan mutu. Kemudian diperkuat lagi dalam Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, serta PP Nomor 23 tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), maka perlu dilaksanakan sertifikasi kompetensi kerja yang mengacu kepada SKKNI yang telah diwajibkan melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 20 tahun 2008.Â
Terkait hal itu, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) menyelenggarakan pelatihan Teknisi Perawatan Mekanik Level 2. Diikuti oleh pekerja PT Pertamina EP Asset 4, Senin -Selasa, (29-30/3/2021). Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi berupa, Tool, Alat Bantu Angkat, Diesel, Turbin Gas, Pompa, Kompresor, Piping & Accessories, Tangki, Pressure Vessel.Â
Widyaiswara Madya Ikhsan Kholis, pengampu pelatihan ini menjelaskan tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan bekal teori praktis kepada peserta diklat tentang keselamatan kerja di industri migas, peralatan/tool, peralatan bantu angkat beban, dan rotating equipment.
“Pelatihan yang diikuti sertifikasi ini penting bagi pelaku industri migas untuk mencegah terjadinya kecelakaan di tempat kerja,†tambahnya.
Sementara peserta pelatihan Agung Maulana, menyampaikan banyak ilmu yang diperoleh setelah mengikuti pelatihan ini. Diantaranya, ilmu tentang jenis engine, compressor dan pompa.Â
“Ilmu yang kami dapatkan selama mengikuti pelatihan ini menunjang sekali pekerjaan saya di lapangan, karena kami di rotary equipment, hal yang paling bermanfaat adalah jenis equipment seperti engine, compressor dan pompa. Karena di lapangan tidak semua jenis ada, jadi informasi dan ilmu tentang jenis yg lain didapatkan di training ini†ujar Agung Maulana, dihubungi melalui pesan singkat.(Adv/ams)