4.415 KPM Palang Terima Bansos BPNT

22382

SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo

Tuban –  Sebanyak 4.415 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) asal Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jatim menerima bantuan pangan periode penyaluran bulan April 2021, Kamis (8/4/2021).

Jumlah penerima Bansos sesuai dengan Pra Order (PO) yang dikirim 23 Agen BPNT Palang itu, lebih sedikit dibanding periode bulan Maret 2021 sebanyak 5.462 KPM. Naik turunnya jumlah penerima Bansos yang menentukan Kementrian Sosial (Kemensos).

“Jumlah KPM penerima bukan daerah yang menentukan tapi pihak Kemensos. Kami yang didaerah mengawal agar Bansos tepat sasaran, dan kualitas komoditas pengannya sesuai peraturan dan sesuai dengan PO yang diajulan melalui agen,” kata TKSK Kecamatan Palang, Sunardi, disela-sela mengecek kualitas beras BPNT di Kantor Kecamatan Palang.

Di wilayah Palang terdapat 1.047 KPM hingga akhir bulan Maret 2021 masih proses diinjek.  Ferivikasi data kependudukan, termasuk diantaranya proses pembenahan Nomor Induk Kependudukan (NIK), masih dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.  

Baca Juga :   Debu Batubara SG Resahkan Nelayan

“Kami dari tim kordinasi kecamatan tetap menjaga kualitas bantuan, seperti beras yang di-PO berkualitas Premium, kami kawal mulai dari proses penggilingan, pengepakan hingga didistribusi kepada KPM,” papar Sunardi di samping Ketua Paguyuban Agen BPNT Palang Supriyanto.

Sedangkan suplayer bahan pangan BPNT Palang, Sugiharto, saat ditemui didampingi Sohib mengatakan, sudah menjadi komitmen bersama diantara agen dan suplayer untuk menjaga kualitas komoditas pangan. Sesuai peraturan komposisi komoditas BPNT, terdiri dari unsur karbohidrat 70 persen (beras premium 15 Kg). Sisanya 30 persen berupa protein hewani (telur), dan protein nabati (tahu atau tempe).

“Kami satu sikap bersama tim kecamatan untuk menyukseskan program Bansos BPNT,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Dinsos P3A Tuban, Eko Julianto, menyatakan, komoditas beras yang disalurkan berkualitas premium dengan maksimal pecahan 10 persen. Agen diminta memastikan kembali beras yang diterima dari suplayer.

Pihaknya akan dilakukan sidak hingga ke KPM secara acak. Peninjauan dilakukan dari hulu hingga hilir untuk menjamin kualitas bantuan.

Jika ditemukan komoditas yang tidak sesuai, agen maupun KPM diminta melapor, dan mengembalikannya agar diganti. Nantinya akan dilakukan evaluasi tiap bulan.

Baca Juga :   Pertamina Khitan 40 Anak Kurang Mampu

Terkait dengan penurunan jumlah KPM, mantan Kabag Kesra Pemkab Tuban ini menerangkan, hal tersebut disebabkan adanya perbaikan dan pembaharuan data dari Kemensos. Sehingga, belum ada transfer dana dari pemerintah pusat ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

“Pusat Data Kesejahteraan Sosial Kemensos saat ini tengah melakukan percepatan perbaikan.  Ketidakcocokan data tidak hanya terjadi di Tuban, tapi juga di sejumlah wilayah Indonesia,” kata Eko Yulianto.

Selaras dengan upaya dari Kemensos tersebut, Dinsos Tuban tengah melakukan upaya percepatan pembaharuan data. Saat ini data yang diupdate telah mencapai 75 persen atau mencapai 68 ribu KPM. (tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *