SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar pertemuan dengan para stakeholders untuk menjaga ketersediaan kebutuhan pokok menjelang puasa dan hari raya Idul Fitri. Rapat itu digelar di Gedung Angling Darma melibatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Kamis (8/4/2021).
Rapat dihadiri secara langsung oleh Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, Kepala Perwakilan BI Jatim, Kepala OJK Reg 4 Jatim, Kepala BPS Jatim, Forkopimda dan para Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Bojonegoro.
Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengatakan TPID Bojonegoro terus berupaya meningkatkan konsumsi rumah tangga dengan mendorong usaha kecil, mikro, menengah untuk terus bergerak. Selain melalui sektor perekonomian masyarakat, juga pemerintah harus memaksimalkan belanja daerah.
“Salah satu upayanya meningkatkan daya dorong peningkatan perekonomian masyarakat,” kata Bupati Anna.
Bupati menjelaskan, Bojonegoro sempat terjadi inflasi, namun tidak signifikan yakni diangka 0,34 persen. Hal itu, terjadi karena adanya kenaikan harga di beberapa komoditas bahan pokok.
“Namun, pemerintah akan memantau menjelang bulan puasa dan lebaran untuk menjaga stabilitas harga pasar,†terang Bupati Bojonegoro.
Selain itu, pemkab terus berupaya meningkatkan perekonomian dan pendapatan daerah. Ada beberapa program, kata bupati, yang sifatnya bantuan langsung telah disalurkan agar dapat merangsang daya beli masyarakat.
“Hal ini untuk menjaga agar terjadi perputaran roda perekonomian di masyarakat. Sebab, pandemi ini sangat berdampak terhadap daya beli masyarakat. Harapannya, program dari pemerintah dapat merangsang perekonomian masyarakat.” jelasnya.(jk)