Inilah Capaian Kinerja Pemkab Bojonegoro Tahun 2019

19845

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Dalam rapat Paripurna Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, melalui teleconference di ruang Paripurna DPRD Bojonegoro dan Rumah Dinas Bupati, dipaparkan rangkaian hasil sasaran RPJMD Tahun 2018-2023.

Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah, memaparkan capaian kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro Tahun 2019. Capaian kinerja tersebut diantarnya meningkatnya kehidupan sosial masyarakat yang aman, nyaman dan tertib berlandaskan nilai-nilai religius dan kearifan budaya lokal yang ditandai dengan pencapaian persentase penyelesaian pelanggaran ketertiban, keamanan, keindahan yang ditangani pada tahun 2019 sebesar 30,85%.

“Serta pencapaian persentase partisipasi masyarakat dalam pembangunan wawasan kebangsaan sebesar 48,00%,” ujarnya usai rapat Paripurna, Rabu (1/4/2020).

Selain itu, Bupati wanita pertama di Bojonegoro ini memaparkan, jika ada peningkatan kinerja pemerintah dalam pelayanan publik yang berkualitas melalui penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, akuntabel, efektif, efisien, dan berbasis teknologi informasi.

Hal ini ditandai dengan pencapaian Nilai SAKIP tahun 2018 dengan nilai B, sedangkan nilai SAKIP tahun 2019 dengan Nilai B tetapi ada peningkatan nilai hasil evaluasi sebesar 0,89, target Kabupaten Bojonegoro memperoleh nilai B.

“Untuk Opini BPK Tahun 2018 mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” tukasnya.

Sementara Survey Kepuasan Masyarakat tahun 2019 dengan nilai 3,49 meningkat dibanding tahun 2018 dengan nilai 3,39. Indeks Profesionalitas ASN tahun 2019 sebesar 58,33% dimana perhitungan berdasarkan kompetensi, kinerja dan disiplin ASN.

Baca Juga :   Siltap Tak Terjamin Setahun, Kades Plesungan Bojonegoro Wadul DPRD Jatim

“Indeks SPBE tahun 2019 berdasarkan 2,97% meningkat dari tahun 2018 yaitu 2,62% yang berada diatas rata-rata nasional,” tandas wanita berhijab ini.

Dia menambahkan, jika adanya peningkatan  kapasitas dan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan pelayanan pendidikan, kesehatan dan pemenuhan standar hidup yang layak dengan didukung upaya pemberdayaan pemuda dan olahraga dapat dilihat dari capaian Indeks Pendidikan tahun 2019 meningkat menjadi 0,574% dari 0,566% pada tahun 2018.

“Indeks Kesehatan tahun 2019 meningkat menjadi 0,7728 dari 0,7678 pada tahun 2018. Indeks Pengeluaran tahun 2019 sebesar 0,59%,” lanjutnya.

Laju pertumbuhan penduduk tahun 2018 dan tahun 2019 sebesar 0,37%, adanya Atlet berprestasi yang mendapatkan juara/ medali tahun 2019 sebanyak 60 orang melebihi target yang ditetapkan sebanyak 20 orang.

Hasil kinerja selanjutnya adalah meningkatnya kualitas hidup dan perlindungan dalam rangka pengarusutamaan terhadap perempuan, anak dan penanganan PMKS ditandai dengan pencapaian Indeks Pemberdayaan Gender tahun 2019 meningkat menjadi 58,11% dari 57,62% pada tahun 2018.

“Persentase penurunan PMKS tahun 2019 meningkat menjadi 0,74% dari 0,6% pada tahun 2018,” tegasnya.

Dia menambagkan, jika lapangan pekerjaan di masyarakat melalui upaya pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif ditandai dengan pencapaian tingkat partisipasi angkatan kerja tahun 2019 meningkat menjadi 71,15% dari 69,92% pada tahun 2018.

Baca Juga :   Hingga Agustus 2025, DBH Cukai Hasil Tembakau Bojonegoro Tersalur 42 Persen

“Persentase pertumbuhan usaha mikro tahun 2019 sebesar 0,76%,” jelasnya.

Jumlah koperasi sehat atau berkualitas sebanyak 287 unit. Persentase lembaga ekonomi aktif (BUMDes) tahun 2019 meningkat menjadi 54,43% dari 34,60% pada tahun 2018.

Angka prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan (angka rawan pangan) tahun 2018 sebesar 8,25% menjadi 8,00% pada tahun 2019, meningkatnya iklim usaha, perolehan permodalan, pariwisata, pengolahan hasil pertanian, peternakan dan perikanan ditandai dengan pencapaian nilai realisasi investasi tahun 2019 sebesar Rp8,54 Triliun.

Kemudian, Nilai tukar petani tahun 2019 sebesar 106,4. Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB Tahun 2019 sebesar 0,99% dari sub sektor penyediaan akomodasi dan makan minum serta jasa lainnya, serta meningkatnya kuantitas dan kualitas infrastruktur fisik yang merata untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis ekologi lingkungan ditandai dengan pencapaian Indeks Konektivitas tahun 2019 sebesar 0,69.

“Persentase permukiman layak huni tahun 2019 meningkat menjadi 83,05% dari 82,73% pada tahun 2018,” tandasnya.

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup tahun 2019 meningkat menjadi 69,01% dari 64,89% pada tahun 2018. Indeks Kinerja Sistem Irigasi tahun 2019 sebesar 67,44%. Indeks Resiko bencana tahun 2019 meningkat dengan skor 104,7 dibanding tahun 2018 skor 150.

“Serta Indeks Williamson Tahun 2019 sebesar 0,80 berkurang dari Tahun 2018 sebesar 0,94,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *