SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Hujan lebat yang mengguyur sekitar Wonocolo membuat tim Badan Hisab Rukyat (BHR) Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro, Jawa Timur, tidak dapat melihat hilal, baik dengan mata telanjang maupun dengan alat bantu teropong.
Ketua BHR, M. Tuhri mengungkapkan, sampai dengan pukul 17.46 Wib, hilal tidak juga terlihat. Sehingga sesuai kesepakatan bersama, kegiatan diakhiri. Padahal sebelumnya, hilal bisa terlihat di dataran tinggi Wonocolo sebanyak enam kali.
“Seharusnya dalam cuaca normal, sunset hari ini terjadi pukul 17.32 WIB, untuk lamanya hilal bisa terlihat selama 15 menit. Tetapi sampai pukul 17.46 WIB, hilal masih tidak terlihat,” ungkapnya, kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (12/04/2021).
Sementara, Kepala Kemenag Bojonegoro Suhaji mengatakan, hasil penglihatan tim BHR didataran tinggi Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tersebut akan dilaporkan ke Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur. Kegiatan rukyatul hilal sampai pukul 17.46 WIB menghasilkan keputusan hilal tidak terlihat diakibatkan terhalang hujan dan awan.
“Karena terhalang oleh hujan dan banyaknya awan, sehingga hilal tidak bisa nampak atau tidak terlihat. Oleh karena itu, kita harus menunggu keputusan dari Menteri Agama, bagaimana hasil dari kabupaten-kabupaten atau provinsi yang lain,” pungkasnya.(fin)