SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) sebagai salah satu lembaga pelatihan dan sertifikasi sektor migas, mempunyai kilang sebagai sarana teknis proses pembelajaran dalam pelatihan dan tempat uji kompetensi serta sertifikasi LSP PPSDM Migas.Â
Kilang PPSDM Migas yang berada di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menjadi jujukan mahasiswa untuk melakukan Kunjungan Lapangan. Meskipun terhitung kilang tertua di Indonesia, kilang tersebut sampai saat ini tetap memberikan sumbangsih yang besar untuk pengembangan SDM sektor migas. Karena sebagai tempat pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang sesuai SKKNI.
Mulai dari Operasi Crude Distilling Unit, Teknisi Operasi Vacuum Distilling Unit, Blending, Loading Master, Inspektur Tangki Timbun, Petugas Pengambil Contoh, Boiler, Inspektur Pipa Penyalur, Petugas Pengukur Isi Tangki dan Sistem Manajemen Lingkungan.
Tak mengherankan jika PPSDM Migas menjadi jujukan universitas di Indonesia untuk melakukan kunjungan lapangan maupun pelatihan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswanya.Â
Salah satunya adalah Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas yang merupakan institusi pendidikan vokasi khususnya di bidang energi migas yang selalu melakukan kerja sama untuk melatih mahasiswanya di PPSDM Migas dengan mengadakan kunjungan lapangan.
Dalam Kesempatan ini, PEM Akamigas melakukan kunjungan lapangan di Kilang PPSDM Migas dengan 55 mahasiswa dari Program Studi Teknik Pengolahan Migas yang terbagi dalam dua gelombang kunjungan.
Dosen Prodi Teknik Pegolahan Migas, Zami Furqon, menjelaskan tujuan kunjungan ini adalah agar para mahasiswa mendapatkan pemahaman terhadap industri pengolahan migas.
Menurutnya, ada tiga tujuan yang diharapkan dengan kunjungan ke Kilang PPSDM Migas ini. Pertama, adanya pemahaman yang menyeluruh terhadap industri pengolahan migas. Kedua, adanya pemahaman antara teori yang didapatkan di kelas dengan praktek di lapangan.Â
“Dalam hal ini Kilang PPSDM Migas sangat representatif sehingga kami mengirimkan para mahasiswa untuk melakukan kunjungan lapangan,” ungkap Zami Selasa (13/4/2021).Â
Selain itu, kata dia, mahasiswa juga harus mengamati metode operasional, budaya kerja serta penerapan K3 di kilang industri migas yang identik dengan resiko kerja tinggi.(adv/ams)