SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Prayungan, Kecamatan Sumbererjo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan pembelian Beras Bulog Fortivit yang sumber dananya dianggarkan dari Dana Desa (DD) sejak bulan Januari lalu.
Pembelian beras bulog fortivit dilakukan guna pencegahan stunting dan penanganan balita gizi kurang pada anak usia Bawah Lima Tahun (Balita) di Desa Prayungan.
“Sebagai upaya kami, dalam pencegahan stunting di Desa Prayungan, yakni dengan memberikan makanan tambahan berupa Beras Bulog Fortivit, yang diberikan pada saat kegiatan Posyandu,” kata Kepala Desa (Kades) Prayungan, H. Imam Rofi’i melalui Sekretaris Desa (Sekdes), Tanaya Juwita, kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (17/04/2021).
Dipilihnya Beras Fortivit, menurut Tanaya, merupakan hasil rekomendasi dari tenaga kesehatan setempat. Dimana terdapat tambahan nutrisi dan kaya akan vitamin didalamnya.
“Data kami, dari 25 balita disinyalir stunting yang mendapat tambahan 1 Kilogram (Kg) beras fortivit per bulan, dan terdapat perbaikan nilai gizinya. Dibuktikan pada saat penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan di Posyandu, ada dampak kenaikan,” ujarnya.
Sementara, Badan Urusan Logistik (Bulog) Wakil Pimpinan Kantor Cabang (Wapimca) Bojonegoro, Hendra Kurniawan membenarkan, bahwa Beras Fortivit adalah beras kaya vitamin yang memang salah satunya dapat menangani stunting.
“Fortivit adalah beras yang sudah melalui proses Fortifikasi. Sebagai strategi Bulog dalam pencegahan stunting dan kurang gizi. Didalam beras fortivit terkandung banyak vitamin yang sangat diperlukan dalam pencegahan stunting,” ujar Hendra, sapaan akrabnya.
Beras Fortivit, lanjut Hendra, merupakan jenis beras premium, didalamnya terkandung Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B6, Vitamin B9 (Asam Folat), Vitamin B12, Zat Besi dan Zink.
“Masyarakat yang ingin membeli Beras Fortivit, harganya Rp. 17.000 untuk tiap kemasan 1 Kg-nya,” tutupnya.(fin)