Hingga Mei 2021, Terdapat 24 Kasus Kekerasan terhadap Perempuan di Bojonegoro

22552

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro -  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mencatat ada 24 laporan kekerasan terhadap perempuan hingga Mei 2021. Jumlah ini  turun dibanding tahun lalu sebanyak 61 kasus.

Kepala DP3AKB Bojonegoro, Anik Yuliarsih mengatakan, hingga awal Mei 2021 sudah ada 24 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan.

“Kekerasan yang tidak dilaporkan karena menganggap aib dalam keluarga. Karena itu, biasanya lebih memilih jalan damai ketika terjadi kekerasan dalam rumah tangga,” katanya, Kamis (6/5/2021).

Anik menjelaskan, kekerasan dalam rumah tangga faktor utama menjadi penyebab kekerasan perempuan adalah masalah ekonomi. Sebab, ada ada empat jenis kekerasan terhadap perempuan dan anak d antaranya kekerasan fisik, ekonomi, seksual hingga psikologi.

Namun, untuk di Bojonegoro yang banyak ditemui yakni kekerasan seksual. Misalnya, kata dia, seperti pemerkosaan, pencabulan hingga kekerasan seksual terhadap disabilitas. Dan kekerasan seksual ini rata-rata terjadi di desa.

“Sehingga, dengan hal tersebut tetangga harus peka kepada tetangga lainnya untuk saling menjaga. Sebab, pemerkosaan rentan terjadi pelaku biasanya dari tetangga sendiri,” ungkapnya.

Baca Juga :   Harga Shorgum Jeblok, Petani Terpuruk

DP3AKB Bojonegoro sudah mengambil langkah untuk mengantisipasi kekerasan terhadap perempuan. Misalnya, telah membentuk satgas perlindungan anak di setiap desa. Juga, melakukan sosialisasi dari sekolah ke sekolah bahkan ke desa-desa.

“Juga melakukan pendampingan sampai psikologi korban baik paripurna. Karena itu DP3AKB juga mempunyai psikolog danadvokat untuk mendampingi,” katanya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *