BPNT Akan Cair Sebelum Lebaran

22582

SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo 

Tuban – Menjelang perayaan hari Raya Idul Fitri 2021, sedikitnya 4.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) periode bulan Mei 2021 di wilayah Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jatim bisa tersenyum.  Hal itu terjadi lantaran bantuan pangan dari Kementrian Sosial (Kemensos) tersebut, mulai hari Senin (10/05/2021) sudah dikirim ke agen di masing-masing desa.

Sesuai Pre Order (PO) yang dikirim melalui 23 agen BPNT di Kecamatan Palang, untuk bulan ini mengajukan 4.741 KPM. Jumlah itu lebih banyak ketimbang periode April sebanyak 4.415 KPM menerima bantuan. Banyak sedikitnya jumlah penerima Bansos ditentukan ferivikasi data yang dilakukan Kemensos.

Sementara itu, untuk wilayah Kabupaten Tuban, pada periode bulan ini, diperkirakan tidak terjadi perubahan besar jumlah KPM penerima BPNT. Diperkirakan masih berkisar 61.000-an, tak jauh bergeser dari periode bulan April. Sesuai peraturan komposisi komoditas BPNT, terdiri dari unsur karbohidrat 70 persen (beras premium 15 Kg). Sisanya 30 persen berupa protein hewani (telur), dan protein nabati (tahu atau tempe).

Sejumlah KPM saat ditemui menyatakan, menyambut baik dan gembira atas segera cairnya BPNT apalagi menjelang perayaan Lebaran 2021. “Alhamdulillah, semoga sebelum lebaran sudah dibagikan kepada kami,” kata Kamsidah (65), KPM asal Desa Pucangan, Palang disamping KPM lain se desanya.

Baca Juga :   Parkir Elektronik Pasar Baru Tuban Kembali Manual

Hal senada disampaikan Raminten (67), KPM dari Desa Leran Wetan, Palang. Ia bersama keluarga penerima BPNT yang lain, terbantu dengan cairnya BPNT. Apalagi untuk perayaan Lebaran kali ii tidak lagi bingung masalah pangan.

“Kami yang di lapangan mengawal program Kemensos ini dengan serius, agar tidak sampai terjadi penyimpangan yang merugikan penerimanya,” kata TKSK Kecamatan Palang, Sunardi, disela-sela mengecek kualitas beras BPNT di Kantor Kecamatan Palang, Senin (10/05/2021).

Demikian pula dengan Ketua Paguyuban Agen BPNT Palang, Supriyanto. Jajaran agen telah sepakat untuk mengawal program untuk warga miskin ini sukses, tanpa ada penyimpangan.

“Tim BPNT kecamatan bersama para agen berkomitmen menjaga kualitas bantuan. Contohnya, beras dengan kualitas premium, kami kawal mulai dari proses penggilingan, pengepakan hingga didistribusi kepada KPM,” paparnya.

Dalam cek kualitas beras di Kantor Kecamatan Palang tersebut Kepala Dinas Sosial (Dinsos) P3A Tuban, Eko Yulianto, bersama tim BPNT Tuban datang ke lokasi. Mereka mengecek beras kualitas premium sebelum disalurkan ke tingkat agen.

“Jika memang ditemukan kualitasnya tidak sesuai, sudah kami instruksikan agar agen mengembalikannya sebelum diberikan ke KPM,” tegas mantan Camat Senori dan Semanding itu serius.

Eko Yulianto menambahkan, sesuai informasi yang diterima dari pihak Kemensos di Jakarta, saat ini masioh dilakukan proses injek dari dari KPM yang sudah masuk di data base Kemensos. Diinformasikan pula, pihak Jakarta juga menjadwalkan sebelum Lebaran BPNT sudah ditransaksikan dengan KPM.

Baca Juga :   Jalan Alternatif Ditutup Warga

Untuk wilayah Tuban pihak Kemensos tengah memferivikasi data KPM yang telah dikirim dari Tuban sekitar 84.000 orang. Sesuai pengecekan awal dari jumlah itu sebanyak 7.550 orang Nomor Induk Kependudukan (NIK)-nya tak sama dengan namanya. Sedangkan sebanyak 450 orang lainnya, malah tidak memiliki NIK.

“Informasi yang kami terima saat ini proses ferivikasinya sudah mencapai 99,6 persen. Semoga segera selesai,” katanya.

Ia tegaskan, saat ini pihaknya tengah mengawal kualitas komoditas pangan BPNT.  Beras yang disalurkan berkualitas premium dengan maksimal pecahan 10 persen. Agen diminta memastikan kembali beras yang diterima dari suplayer. Tim BPNT Kabupaten Tuban juga turut mengawasi dari hulu hingga hilir.

Setiap periode pencairan BPNT, dipastikan Eko melakukan cek lapangan hingga ke tingkat KPM penerima bantuan. Jika ditemukan tak sesuai persyaratan, dipastikan akan diproses secara serius.

“Intinya kami mengawal program untuk membantu warga tak mampu ini agar tak terjadi penyimpangan. Jangan sampai merugikan orang tak mampu,” pungkas Eko Yulianto. (tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *