Dampak Larangan Mudik, Terminal Rajekwesi Bojonegoro Sepi

22614

SuaraBanyuurip.com -  Joko Kuncoro

Bojonegoro – Kondisi Terminal Rajekwesi Bojonegoro, Jawa Timur, masih lengang semenjak peniadaan mudik lebaran tahun ini. Kondisi ini berpengaruh terhadap jumlah armada bus yang beroperasi.

Kepala Terminal Rajekwesi Bojonegoro Budi Sugiarto mengatakan, jumlah armada bus menurun semenjak adanya pelarangan mudik lebaran. Yakni hanya 9 persen armada bus yang berangkat dari Terminal Rajekwesi.

“Padahal, jika di rata-rata sebelum peniadaan mudik ada 151 armada bus yang berangkat. Kini mulai 5 hingga 16 Mei hanya ada 14 bus berangkat dari Terminal Rajekwesi,” ungkapnya, Senin (17/5)2021).

Jumlah pemberangkatan maupun kedatangan bus di Terminal Rajekwesi menurun dibandingkan sebelum peniadaan mudik lebaran. Misalnya, untuk kedatangan armada bus saja hanya tinggal 15 persen yang beroperasi.

Dia mengatakan, menurunnya jumlah armada bus yang beroperasi itu karena sepinya penumpang apalagi masih pandemi Covid-19. Virus corona sangat berpengaruh pada jumlah calon penumpang.

“Misalnya saja pada 1 hingga 5 Mei lalu jika di rata-rata hanya 823 penumpang berangkat dari Terminal Rajekwesi,” katanya.

Baca Juga :   Dewan Sesalkan Pungutan Pagar SMPN 1 Dander

Presentasenya hanya 0,4 persen penumpang yang berangkat. Sedangkan, lanjut Budi, untuk yang datang sebelum larangan mudik lebaran ada 867 penumpang. Kini, per 16 Meni hanya 3 persen penumpang yang datang.

“Bahkan, pernah satu hari armada bus hanya mengangkut satu penumpang saja. Namun, kemungkinan mulai besok akan berangsur pulih kondisi Terminal Rajekwesi,” katanya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *