SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Rencana pembangunan flyover (Jembatan Layang) sekitar bundaran Jetak, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berlanjut pada tahapan kegiatan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan. Pelaksanaan FS bakal segera dilakukan pada tahun 2021.
Kepala Dinas (Kadin) Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro, Retno Wulandari mengatakan, bahwa pelaksanaan kegiatan studi kelayakan untuk flyover Jetak saat ini dalam tahap proses pengadaan barang/jasa.
“Tahun ini dilaksanakan kegiatan FS untuk Flyover Jetak. Saat ini, masih proses pengadaan barang/jasa,” kata Retno kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (02/06/2021).
Terpisah, Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bojonegoro, Siswoyo mengungkapkan, pada data rekapitulasi proses pemilihan penyedia barang/jasa sampai dengan tanggal 28 Mei 2021 mencapai 20 paket jenis pengadaan jasa konsultasi yang sedang dalam proses. Rekapitulasi pagu pada 20 paket itu sebesar Rp 6.907.213.562.
“Untuk rinciannya ada di aplikasi LPSE. Per paket bisa dilihat disitu, siapapun bisa mengakses,” ujarnya.
Sementara, dari penelurusan SuaraBanyuurip.com pada aplikasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Bojonegoro, diketahui tertera informasi tender dengan nama tender “Belanja Jasa Konsultasi Review Study Kelayakan Flyover”, berkode tender 21644244. Tercantum Satuan Kerja sebagai pengguna jasa, yakni Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang, dari Instansi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Disebutkan, tahapan tender saat ini adalah pada tahap Kirim Persyaratan Kualifikasi. Dimulai tanggal 22 Mei 2021 sampai 03 Juni 2021. Tender dengan Kategori Jasa Konsultasi Badan Usaha itu mempunyai nilai pagu paket sebesar Rp 450 juta, sedangkan Nilai HPS (Harga Perkiraan Sendiri) sebesar Rp 449,2 juta.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo mengatakan, rencana pembangunan flyover Jetak akan dimulai dari study kelayakan terlebih dahulu. Baru dilanjutkan rencana pembangunan fisiknya.
“Setelah studi kelayakan selesai, baru nantinya ditentukan titik dimana flyover akan dibangun,” ujar Anwar Mukhtadlo, pada akhir tahun 2020 lalu.(fin)