Calon Penghasil Gas Terbesar, Kemenko Perekonomian RI Kunjungi Proyek JTB

22762

SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko

Bojonegoro – Asisten Deputi Migas, Pertambangan dan Petrokimia Kemenko Perekonomian Republik Indonesia (RI), Andi Novianto, beserta rombongan melakukan kunjungan kerja (Kunker) di proyek pengembangan lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (11/06/2021) kemarin.

Andi Novianto menyampaikan, sebagai salah satu calon penghasil gas terbesar di Indonesia, proyek gas JTB diharapkan dapat rampung sesuai jadwal. Proyek ini secara ekonomi juga akan memberi manfaat cukup besar bagi semua, khususnya di Provinsi Jawa Timur.

“Mengingat alokasi gas JTB nantinya akan menyuplai kebutuhan listrik, industri dan lain sebagainya,” kata Andi Novianto.

Andi mengharapkan, JTB yang masuk dalam list Proyek Strategis Nasional (PSN) sektor energi ini akan memberikan suplai kebutuhan gas di Pulau Jawa yang sangat besar. Sehingga akan memberikan efek peningkatan perekonomian baik secara regional maupun nasional.

“Sebagai Proyek Strategis Nasional, proyek JTB ini diharapkan bisa menjadi semacam pioneer yang akan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga :   Selama Lebaran BBM Dijamin Aman

Sebelum melakukan site visit, Kemenko Perekonomian juga menerima pemaparan materi progres proyek gas JTB yang disampaikan oleh Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu (PEPC), Awang Lazuardi, General Manager Gas Project JTB, Charles Harianto L. Tobing, dan Kepala Unit Percepatan Proyek JTB SKK Migas, Waras Budi Santosa. 

Selain mendiskusikan tentang progress dan kesiapan fasilitas JTB dalam memproduksikan gas dari lapangan Unitisasi Gas JTB, Tim Asisten Deputy Migas, Pertambangan dan Petrokimia Kemenko Perekonomian juga akan membahas kesiapan fasilitas Pipa Gas  Gresik-Semarang yang dikelola oleh Pertagas, yang akan digunakan untuk menyalurkan dan mendistribusikan gas dari JTB ke konsumen.

Sementara itu, Direktur Utama PEPC, Awang Lazuardi menerangkan, bahwa Proyek JTB diproyeksikan akan memproduksi gas sebesar 192 MMSCFD. Dimana 100 MMSCFD telah dipersiapkan untuk mensuplai kebutuhan gas pembangkit listrik untuk PLN. Selain itu, Proyek JTB juga menghadapi beberapa tantangan, terutama dengan adanya pandemi yang telah berjalan lebih dari setahun ini.

“Kami sadar kami berpacu dengan waktu, apalagi dengan adanya badai pandemi COVID-19 ini. Namun tidak menyurutkan semangat kami untuk segera On-Stream. Saat ini kami menguatkan barisan dan bekerja lebih keras dengan mitra kerja, Konsorsium RJJ, agar dapat mewujudkan pemenuhan kebutuhan energi,” ujar Awang.  

Baca Juga :   Tak Ada Koordinasi dengan Kecamatan

Dengan persentase perkembangan proyek yang telah mencapai lebih dari 91%, proyek ini juga telah berkontribusi terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasi, dengan terlaksananya berbagai kegiatan Program Pengembangan Masyarakat.

“Seperti Program Budidaya Ayam Petelur, Program Pengadaan Akses Air Bersih, Program Peningkatan Mata Pencaharian, Program Santunan Anak Yatim, Program Sehat Anak dan Ibu Tercinta (SEHATI) serta berbagai penyerapan tenaga kerja lokal di segala bidang dalam proyek,” imbuhnya.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *