Digitalisasi Penentu Percepatan Pertumbuhan UMKM

22765

SuaraBanyuurip.com – Teguh Budi Utomo

Pasuruan  – Bertajuk Seminar Nasional dan Rakerwil Asosiasi Media Siber Indoenesia (AMSI) Jawa Timur 2021, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka kegiatan yang mengambil tema ‘Smart City, Creative Government : Membangun Ekosistem Digital Cettar Bagi Pembangunan Jatim’, yang diselenggarakan di Royal Senyiur Hotel Pasuruan, Jumat (11/6/2021) malam.

Dalam presentasinya Gubernur Khofifah menyampaikan, sistem digital yang diterapkan Pemprov Jatim berdampak positif pada proses pengambilan  kebijakan yang dilakukan. Digitalisasi yang dilakukannya bersama seluruh jajarannya di Pemprov Jatim dengan membangun sistem pelayanan, sistem pendataan dan sistem pengadaan barang dan jasa menjadi lebih efektif dan efisien.

“Dengan sistem digital yang kita bangun, investasi Jatim  tahun 2020 tercatat tumbuh positif 33,8 persen  di tengah pandemi Covid-19. Realisasi investasi tahun 2020 justru bangkit dibandingkan  tahun 2016-2019,” kata Khofifah.

Selanjutnya Untuk memberikan pelayanan dan inovasi yang lebih cepat , Gubernur Khofifah  membuat program Jatim Online Single Submission (JOSS). Program inovasi tersebut bertujuan untuk mempermudah sistem perizinan dan realisasi yang dituangkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 60 Tahun 2020.

Baca Juga :   Terdakwa Pembunuhan di Musala Kedungadem Sujito Divonis Hukuman Mati ‎

JOSS adalah sistem elektronik terintegrasi yang dibangun DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Jatim yang tujuannya untuk mempermudah perizinan di bawah kewenangan Pemprov. Selain itu ada program mempercepat perwujudan Satu Data Indonesia atau SATA, yang saat ini sudah  ada sebanyak 34 perangkat daerah atau 64 persen dari seluruh perangkat daerah yang memenuhi penyelenggaraan SATA Jatim 2021.

Penerapan  sistem digital dan suasana Jatim yang kondusif, maka keniscayaan mendatangkan investor makin baik. Penanaman  investasi di Jawa Timur diharapkan mempercepat  terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

“Kita semua menjadi garantor yang menjadikan investor tertarik berinvestasi di Jatim. Mari kita jaga Jatim kondusif dan produktif,” ujar mantan Menteri Sosial RI tersebut.

Ia membuktikan, adanya pemanfaatan digitalisasi investasi di Jawa Timur pada 2020, terbukti dengan tumbuhnya ekonomi sebesar 33,8 %. Dimana angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan nasional yang berkisar diangka 2,1 %.

“Disamping itu realisasi investasi Jatim tahun 2020 yaitu Rp. 78,3 Trilliun, adalah yang tertinggi selama lima tahun terakhir,” imbuh Khofifah.

Baca Juga :   Kasatpol PP: ODGJ Bukan Target Operasi Petugas

Jawa Timur menjadi provinsi penyangga pada sektor logistik bagi 16 provinsi yang ada di Indonesia bagian timur. Hampir  80 % bahan logistik di beberapa provinsi tersebut disupplai  dari Jawa Timur.

Sementara itu dikesempatan yang sama, Ketua AMSI pusat Wenseslaus Manggut pun mengapresiasi transparansi data dan juga sistem digitalisasi yang diterapkan Pemprov Jatim. Wens, sapaan akrabnya menyampaikan, bahwa problem data, cara mendapatkannya, serta cara pengemasannya saat ini dibutuhkan media siber untuk dapat lebih mempermudah memberikan informasi kepada masyarakat.

Ia katakan, AMSI juga melatih bagaimana mencerna data, dan kemudahan untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Juga melatih untuk berbagai daerah, agar data tersebut dapat dikemas dan bisa dikonsumsi publik.

“Kita mengetahui publik butuh data seperti apa,” imbuh Wens.(tbu)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *