SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Blora – PPSDM Migas atau Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi merupakan unit kerja untuk mengembangkan SDM. Tidak hanya di sektor minyak dan gas bumi, tetapi juga di sektor teknis lainnya seperti manajemen proyek.
Sejalan dengan itu, Pemerintah saat ini sedang menggenjot pembangunan proyek Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang tentu membutuhkan manajemen proyek yang handal untuk menyukseskan proyek tersebut.
Oleh karena itu, PPSDM Migas sangat concern memberi pelatihan tentang Manajemen Proyek, seperti yang diadakan mulai Senin (21/06/21) hingga Rabu (23/6/2021) dengan sistem daring untuk menyukseskan program pemerintah Republik Indonesia tersebut.
Eva Khuzaifa, pemimpin pelatihan ini menjelaskan bahwa tujuan dari pelatihan agar peserta mampu melaksanakan pengendalian proyek kegiatan proyek dengan mengutamakan penyelesaian yang tepat waktu dan juga mampu melakukan evaluasi resiko yang dialami oleh proyek.
“Pelatihan ini merupakan pelatihan untuk membekali peserta pengetahuan tentang pengendalian proyek sehingga proyek dapat selesai dengan waktu yang ditentukan, biaya yang sesuai, kualitas dan proses kegiatan sesuai persyaratan melalui manajemen,†ungkap Eva.
Pelatihan dengan durasi tiga hari ini menyasar kepada personel yang menangani proyek dengan materi Overview Proyek dan Manajemen Proyek, Overview Manajemen Resiko, Identifikasi dan Analisa Risiko, Pengendalian Risiko.
“Materi pada pelatihan ini juga diserta diskusi serta contoh kasus identifikasi, analisa dan pengendalian risiko serta ditutup dengan studi kasus agar peserta lebih memahami materi pelatihan yang telah disampaikan,†tutupnya.
Salah satu peserta yang mengikuti pelatihan ini, Dina Inawaty dari Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara menjelaskan selama pelatihan ini ia dan peserta lain mendapat ilmu mengenai identifikasi kegiatan yang dilakukan dalam sebuah proyek serta mampu merencanakan dan mengendalikan pelaksanaan proyek secara tepat waktu.
“Peserta mendapatkan banyak sekali bekal untuk membuat sebuah proyek dapat berjalan dengan lancar serta satu lagi, pengajar menyampaikan materi dengan bahasa yang lugas, mudah difahami serta komunikatif,†ungkap Dina.(adv/suko)