SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko
Bojonegoro – Jajaran Kodim 0813 Bojonegoro, bersama Rescue Team Unit Reaksi Cepat (URC) Setia Hati (SH) Terate Cabang Bojonegoro, Polri, dan perangkat desa serta warga masyarakat melaksanakan karya bakti membangun jalan tambangan Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Jum’at (25/06/2021).
Jalan sepanjang kurang lebih 50 meter x 1, 5 meter tersebut dibangun cor dan paving secara gotong-royong. Rinciannya, 30 meter dibangun dengan cor dan 20 meternya lagi pavingisasi.
Danramil Trucuk, Kapten Inf. Ratik mengatakan, kegiatan karya bakti membangun jalan tambangan Banjarsari secara gotong royong ini sebagai bentuk sinergitas yang baik antara anggota TNI, Polri, aparat pemerintah desa (Pemdes) khususnya Pemdes Banjarsari, komponen masyarakat setempat dan anggota Persaudaraan SH Terate Cabang Bojonegoro untuk peduli lingkungan dan sesama.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Team URC SH Terate Cabang Bojonegoro, Pemdes Banjarsari, Polri, masyarakat dan terkait lainnya yang telah bersama sama gotong royong membangun jalan tambangan Banjarsari ini. Semoga bermanfaat bagi masyarakat dan kita semua,” kata Kapten Inf. Ratik, disela-sela kegiatan karya bakti.
Sementara Kepala Desa (Kades) Banjarsari, Fatkhul Huda menambahkan, bahwa dengan adanya karya bakti TNI bersama komponen terkait dengan membangun jalan tambangan inii dapat memperlancar warga masyarakat yang melewati tambangan Banjarsari menuju pasar kota Bojonegoro pun sebaliknya.
“Alhamdulillah jalan tambangannya kini sudah menjadi bagus. Semoga dapat semakin melancarkan dan mempercepat warga menuju kota Bojonegoro karena lebih dekat tanpa harus memutar lewat jalan raya,” ungkapnya.
Terpisah Ketua Cabang SH Terate Bojonegoro, Wahyu Subakdiono mengatakan, bahwa SH Terate berasal dari masyarakat, sudah selayaknya berpihak pada masyarakat. Kepedulian membantu masyarakat adalah kewajiban, makanya dengan dibentuknya URC peduli bencana adalah untuk melepaskan nilai tanggap pada kepedulian, pada kesulitan masyarakat, baik musibah, bencana, kekeringan maupun yang lainnya.
“Apalagi Karya Bhakti bersama TNI yang notabene berjuang untuk rakyat. Tambangan mempunyai lokasi strategis, sebagai lintasan penyeberangan. Sekaligus sebagai nilai prefentif terjadinya kecelakaan/musibah. Sehingga dengan jalan yang baik maka penyeberangan bisa menjadi aman, dan lancar,” jelas Wahyu Subakdiono.(sam)