SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Sebanyak 12 pahlawan dari tenaga kesehatan (Nakes) asal beragam latar belakang profesi bidang kesehatan telah gugur dalam perang melawan Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin mencatat, pada hari ini ada satu lagi Nakes gugur sebagai syuhada melawan musuh tak kasat mata yang juga dikenal dengan nama Corona atau Covid-19.
“Telah berpulang hari ini pahlawan kita nakes dari RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, dan ini tercatat merupakan nakes ke 12 yang telah meninggal sebagai pejuang kesehatan dalam melawan Covid-19 di Bojonegoro,” ungkapnya, kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (29/06/2021).
Selain itu, sejumlah 79 Nakes tercatat terinfeksi Covid-19 selama pandemi. Masirin mengimbau agar pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes) lebih diperketat, sebagai konsekuensi terjadinya tren kenaikan pasien yang terpapar virus corona di Bojonegoro.
Ditambahkan, warga diimbau agar jangan melepas masker. Kemudian mulai hari Sabtu dan Minggu nantinya akan ada pembatasan oleh Satuan Tugas (Satgas) Covid untuk kunjungan di area fasilitas umum seperti alun-alun, stadion dan beberapa taman di kota serta taman-taman lain yang ada di wilayah Bojonegoro.
“Tren Covid sedang naik, mohon agar perketat pelaksanaan prokes baik di keluarga, lingkungan, dan area umum,” tandasnya.
Sementara, Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, drg. Thomas Djaja membenarkan, bahwa ada satu perawat RSUD yang bekerja di gedung H-4 (gedung isolasi) meninggal dunia pada hari ini.
“Betul, rekan sejawat kami, sehari-harinya berdinas di gedung H-4 meninggal hari ini,” katanya.(fin)