Stok Beras Bulog Bojonegoro Tinggi Sebabkan Serapan Gabah Rendah

22897

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Serapan gabah dari Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang (Kanca) Bojonegoro, sempat dipertanyakan berbagai pihak. Dalam pada itu, terungkap bahwa stok beras Bulog Bojonegoro, Jawa Timur, masih sangat tinggi. Hal ini yang ditengarai menjadi salah satu sebab rendahnya serapan gabah oleh Bulog.

Tak tanggung-tanggung, stok beras perusahaan plat merah di Cabang Bojonegoro saat ini mampu mencukupi kebutuhan konsumsi beras hingga 81 bulan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Pimpinan Cabang (Wapimca) Bulog Bojonegoro, Hendra Kurniawan, saat hearing dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat di ruang Komisi B, Selasa (06/07/2021).

Pria yang akrab disapa Hendra itu mengaku, bahwa penyerapan gabah pada tahun 2021 ini memang jauh dari target. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor. Antara lain, stok beras masih tinggi yakni sejumlah 17.938 ton.

“Stok itu terdiri atas beras produksi tahun 2019, tahun 2020 dan 2021. Khusus untuk Bojonegoro sendiri stok yang kami miliki di Gudang Sumengko berasal dari tahun 2020 dan 2021,” ujarnya.

Baca Juga :   Konsolidasi dengan Kelompok Tani, DPC Projo Bojonegoro Sampaikan Program Pertanian Wahono-Nurul

Untuk penyerapan beras di Bojonegoro, pada tahun 2021 ini, Bulog menyerap sejumlah 1.771 ton. Kemudian gabah sebanyak 200 ton. Dari target gabah 3.359 ton, dan target beras sebesar 8.313 ton. Hendra mengakui serapan Bulog terhadap beras dan gabah tersebut jauh dari target.

“Untuk penyerapan tahun ini memang jauh dari target. Karena selain stok masih banyak, stok dari tahun 2020 masih ada,” katanya.

Kemudian outlet penyaluran, lanjut Hendra, juga terbatas tinggal dua program. Yakni program KPSH (Ketersediaan Pasokan Stabilisasi Harga) dan program penyaluran CBP (Cadangan Bantuan Pangan) untuk bencana, baik bencana alam maupun non alam seperti Covid-19.

Pada program KPSH per bulan menyalurkan sekira 220 ton. Sedang pada program CBP sifatnya fluktuatif bergantung pada permintaan Pemerintah. Penyaluran yang kecil tersebut tidak signifikan mengurangi stok.

“Bahkan, stok beras sebesar 17.938 ton itu secara ketahanan mampu untuk bertahan memenuhi kebutuhan konsumsi beras hingga 81 bulan,” tandasnya.

Hendra berharap, Bulog bisa dibantu agar kanal penyaluran beras dapat bertambah, misalkan dikerjasamakan dengan Dinas Sosial (Dinsos) untuk program BPNT melalui supplier, sehingga bisa berpengaruh meningkatkan penyerapan beras dan gabah di Bojonegoro secara signifikan.

Baca Juga :   Pemkab Berikan Insentif dan Pembinaan Takmir Masjid

“Serapan gabah oleh Bulog, juga mengacu pada Permendag No. 24 Tahun 2020. Baik kualitas maupun harga. Sekarang tahun 2021 ini ditambah lagi ada uji kadar keasaman. Untuk menentukan beras yang diuji apakah beras lama atau baru,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi, akan mengupayakan untuk mengkoordinasikan keinginan Bulog dengan pihak terkait. Karena belum diketahui berapa kebutuhan Dinsos pada program BPNT.

“Memang untuk menstabilkan harga gabah dan serapannya dalam waktu dekat bukan perkara mudah. Karena Perpadi (Persatuan Penggilingan Padi) sebetulnya penting dalam kondisi ini namun tidak hadir, kita akan jadwalkan pertemuan berikutnya,” tutupnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *