SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sedang melakukan proses normalisasi sejumlah sungai dan kali avur sepanjang 4,67 kilometer (Km), sekaligus membuat longstorage terus dikebut. Guna menghadapi musim penghujan kedepan, dan untuk mengantisipasi terjadinya banjir di beberapa daerah.
Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro, Tedjo Sukmono mengatakan, dalam kegiatan normalisasi ini telah dipetakan lokasi yang menjadi prioritas. Diutamakan sungai-sungai yang mengalami pendangkalan parah.
Normalisasi juga bertujuan agar debit air pada aliran sungai bisa sesuai dengan kondisi semula sehingga daya tampungnya bertambah. Selain pengembalian fungsi sungai juga untuk membuat long storage, mengembalikan dimensi sungai, memperbesar alur sungai, menahan luberan akibat luapan banjir pada musim penghujan, dan menyediakan air irigasi terutama pada musim kemarau.
“Selain itu, pengerukan juga dilakukan untuk mengembalikan daya tampung sungai,†katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (07/07/2021).
Disebutkan, saat ini Dinas PU SDA telah menyelesaikan normalisasi Desa Sembung, Kecamatan Kapas sepanjang 50 meter, Desa Wedi, Kecamatan Kapas sepanjang 50 meter, Desa Mojoranu, Kecamatan Dander sepanjang 800 meter, dan Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander sepanjang 1.200 meter.
Kemudian Desa Ngrancang, Kecamatan Tambakrejo (TMMD) panjang 70 meter, Desa Sudu, Kecamatan Gayam sepanjang 900 meter, Desa Jati Mulyo, Kecamatan Tambakrejo (TMMD) sepanjang 100 meter, Desa/Kecamatan Gondang 500 meter, dan di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang terdapat dua macam yang dikerjakan. Yakni normalisasi sepanjang 800 meter, serta normalisasi sudetan panjang 200 meter.
“Saat ini yang sedang berjalan Desa Sumbergede, Kecamatan Kepohbaru, Desa/Kecamatan Malo, dan Desa Ngraseh, Kecamatan Dander,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan normalisasi sungai tersebut dengan mengangkat sedimen dari dalam sungai dengan menggunakan alat berat, dan mengembalikan alur sungai sehingga sungai dapat berfungsi sebagai mana mestinya.
“Caranya dengan mengangkat sedimen dari dalam sungai dan meletakkan di kanan kiri sungai, sekaligus dibuat semacam tanggul, sehingga nantinya setelah dinormalisasi, dapat berfungsi sebagai tampungan air atau long storage,†terang Tedjo Sukmono.
Dijelaskan, long storage adalah tempat tampungan air yang memanjang di sungai atau kali yang telah dilakukan normalisasi, sehingga sepanjang sungai tersebut ketersediaan air selalu ada. Sekaligus dapat meninggikan muka air sehingga air irigasi bisa mengalir secara gravitasi. Nantinya, di bagian hilir dapat dilengkapi dengan bangunan cekdam.
Selain sebagai tampungan air, lanjut Tedjo, manfaat long storage juga dapat digunakan untuk penyedia air irigasi pertanian dan dapat dimanfaatkan untuk pemeliharaan ikan air tawar.
“Selain itu potensi lain bisa untuk pengembangan pariwisata dan konservasi air untuk membantu pelestarian mata air dan kelestarian sumur masyarakat,†ungkapnya.
Dengan dilaksanakan normalisasi sungai dan pembangunan long storage tersebut diharapkan dapat meminimalisir dampak bencana banjir luapan sungai saat musim penghujan, dan tampungan air dari long storage tersebut dapat menyediakan air irigasi pada musim kemarau.
Berkenaan hal itu, pihaknya mengimbau, masyarakat Bojonegoro untuk tidak membuang sampah di sungai. Sehingga tidak menyumbat aliran sungai yang bisa mengakibatkan banjir.
“Ya jangan lah membuang sampah sembarangan. Jaga kebersihan sungai. Jadi kita bekerjasama demi kenyamanan kita bersama,†pungkasnya.(fin)