SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Para pedagang kaki lima (PKL) di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora banyak yang terdampak adanya PPKM Darurat. Karena mereka tidak bisa berjualan terutama pada alam hari. Oleh karena itu, Paguyuban PKL berharap pemerintah memberi solusi dan memperbolehkan berjualan.
“Jangan sampai adanya PPKM Darurat ini, memunculkan masalah baru. Bukannya pandemi covid-19 yang dikendalikan, tapi justru rumah sakit jiwa yang penuh. Karena banyak PKL stres,” ungkap Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Seribu Lampu Cepu, Edi Sumaryono, Kamis (15/7/2021).
Saat ini, lanjut dia, banyak PKL yang sudah lama tidak berjualan. Sehingga banyak kebutuhan pokok yang tidak terpenuhi.
“PPKM ini sangat merugikan kami,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan PPKM ini, area Taman Seribu Lampu dan area lapangan Tuk Buntung yang ditutup dan PKL dilarang berjualan, yakni mulai tanggal 3 Juli hingga 20 Juli mendatang.
“Jika PPKM ini diperpanjang, kami tidak setuju. Pemerintah juga harus memberikan kompensasi kepada PKL. Kalau hanya beras, terus lauknya ikut siapa. PKL ada yang punya anak kecil, belum lagi mereka yang punya hutang. Kan kasihan juga mereka,” ungkapnya.
Ditambahkan, ada sekira 128 PKL di Taman Seribu Lampu yang terdampak. Pihaknya juga tidak memungkinkan cari lahan baru untuk berjualan.
“Pemerintah harus memberi perhatian untuk ini,” kata Edi.
Kondisi hampir sama dialami PKL kawasan Lapangan Tukbuntung Cepu. Mereka sangat ingin berjualan. Sebab, tidak semua PKL di Cepu dilarang berjualan. Masih banyak titik keramaian yang harus diperhatikan.
“Seharusnya yang dibubarkan dan dilarang itu kerumunannya. Bukan PKL yang dilarang berjualan,” tandas Koordinator PKL Lapangan Tukbuntung, Muhammad Nain.
Dia menilai ada diskriminasi terhadap PKL. Sebab, hanya PKL di taman dan Lapangan Tukbuntung yang dilarang berjualan.
“Lainnya dibiarkan bebas. Kalau satu tutup ya tutup semua. kami hanya ingin berjualan. Banyak ruginya selama PPKM ini. Kami hanya ingin berjualan, ada karyawan yang menggantungkan hidup dari usaha saya,” ujar pria penjual makanan angkringan ini.
Menurut dia, ada 20 PKL di Tukbuntung yang sudah mengeluh dengan kondisi saat ini. “Bukan bantuan pemerintah yang kami harapkan. Tapi kami ingin berjualan lagi,” kata dia.
Sementara Camat Cepu, Luluk Kusuma Agung Ariadi, menyampaikan bahwa nanti akan ada bantuan terdampak PPKM ini.
“Wujudnya sembako dari pemerintah,” katanya.(ams)