SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Jakarta – Pipa transmisi Gresik-Semarang atau Gresem siap beroperasi. Pipa sepanjang 275 km dengan diameter 28 inch ini akan memanfaatkan gas bumi dari Lapangan Kepodang di lepas pantai Jawa Timur dan Jambaran Tiung Biru (JTB) di Kabupaten Bojonegoro untuk memenuhi kebutuhan industri di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Siap beroperasinya pipa transmisi Gresem ini bersamaan dengan onstream-nya Lapangan Kepodang dan JTB,” ujar Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Soerjaningsih melalui keterangan tertulisnya, Selasa (27/7/2021).
Soerja menjelaskan, pipa Gresem miliki panjang 275 km, dengan diameter 28 inch dan desain kapasitas 330 MMSCFD. Proyek pipa ini menelan biaya sekitar US$ 276 juta.Â
Sebagai bagian pipa Gresem, juga akan diselesaikan pembangunan pipa dari Tambak Rejo ke Tambak Lorok oleh PT Pertamina Gas sebagai penghubung pipa transmisi Gresem dengan pipa transmisi KALIJA Tahap I (Kepodang – Tambak Lorok) yang dioperasikan oleh PT Kalimantan Jawa Gas.
Dengan demikian, lanjut Soerjaningsih, Pipa Gresem ini terhubung dari Stasiun Gas Gresik, Jawa Timur sampai Stasiun Gas Tambak Lorok, Jawa Tengah.
“Kita harapkan ini menjadi salah satu kunci tumbuh pesatnya industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur,” tegasnya.
Selain industri yang memanfaatkan gas bumi sebagai bahan baku, pembangkit listrik dan kebutuhan jargas (jaringan gas bumi untuk rumah tangga) di Lamongan dan Bojonegoro dapat segera memanfaatkan gas bumi sebagai bahan bakar yang lebih rendah emisi.
Soerja menambahkan, pipa Gresem juga menjadi salah satu infrastruktur penghubung untuk dilakukannya commissioning fasilitas treatment dan produksi lapangan Jambaran Tiung Biru. Gas akan dipasok oleh PT PGN Tbk dari Lapangan Gas Kepodang yang mengalir melalui pipa gas bumi ruas Kepodang-Tambak Lorok dan masuk pipa gas bumi ruas Gresik- Semarang.
“Dengan dimanfaatkannya gas pipa Gresem ini maka akan tersedia energi yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan yang dapat meningkatkan perekonomian daerah dan menguatkan ketahanan energi nasional,” pungkasnya.(suko)