SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro – Upaya percepat tindakan dalam mengkonfirmasi seseorang terinfeksi virus Covid-19. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, setidaknya membutuhkan minimal dua buah alat PCR (Polymerase Chain Reaction).
Hal itu diungkapkan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bojonegoro, dr. Askan, usai kegiatan dialog seputar penanganan Covid-19, di Hall Pancasila, Griya MCM Hotel & Resto, Jalan Pemuda Bojonegoro, Rabu (28/07/2021) kemarin.
Kegiatan dialog yang diinisiasi minuman kesehatan merk Realfood tersebut dihadiri kurang lebih 20 perwakilan dokter anggota IDI Cabang Bojonegoro, dan sejumlah perwakilan Rumah Sakit (RS) Negeri maupun Swasta di Kabupaten Bojonegoro.
dr. Askan mengatakan, awal tahun 2020 pihaknya sudah pernah mengusulkan kepada pemerintah agar Bojonegoro punya PCR. Alat PCR merupakan alat test yang sangat dibutuhkan dalam mengkonfirmasi seseorang terinfeksi virus Covid-19. Sedangkan swab, menurut dr. Askan hanyalah screening. Sehingga berbeda dengan hasil tes PCR yang diistilahkan tak bisa lagi ditawar.
“Sekali running, PCR ini kan bisa sampai 96 sampel. Jadi kalau Bojonegoro punya dua saja sudah sangat membantu,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com.
Jika untuk mendapat hasil test harus keluar dari Bojonegoro, jelas dr. Askan, maka akan banyak waktu yang terbuang, dan belum lagi ditambah biaya yang harus dikeluarkan. Hal ini tentu tak hanya pasien saja yang dirugikan, tapi juga tenaga kesehatan (Nakes).
“Yang rugi ini nakes. Nakes menjadi bimbang dan ragu. Apakah pasien positif Covid atau bukan,” terangnya.
Dicontohkan, jika ada pasien meninggal dan hasil tes belum keluar, tapi sudah terlanjur dimakamkan secara protokol kesehatan (prokes). Kemudian setelah dimakamkan hasil tesnya keluar negatif tentu akan menimbulkan pandangan masyarakat yang kurang baik terhadap nakes.
“Jadi, luar biasa bebannya nakes ini,” tandasnya.
Sementara, Owner PT Realfood Winta Asia, Listiyanto Handoko, secara simbolis memberikan bantuan paket minuman Realfood kepada 320 dokter anggota IDI Cabang Bojonegoro. Pemberian minuman Realfood dilakukan sebagai bentuk dukungan bersama-sama dalam penanganan Covid-19.
“Realfood ini sudah tiga tahun uji klinis. Namun hasilnya belum keluar,” ungkapnya.
Menurut Handoko, dalam minuman Realfood terkandung asam amino dan protein tinggi, sehingga mampu membantu penyembuhan pasien Covid-19.
“Realfood ini mengandung protein tinggi. Selain itu terkandung juga asam amino, arginin, asam aspartat, asam aspartat, asam glutamat, dan sangat banyak lagi nutrisi didalamnya,” jelasnya.(fin)