SuaraBanyuurip.com -Â Joko Kuncoro
Bojonegoro – Mukhti Rizal Riswanda memanfaatkan tanaman herbal sebagai minuman berkhasiat. Sebab tanaman herbal ini dipercaya memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini minuman herbal kerap diburu masyarakat untuk menambah imun.
Tanaman herbal seperti cengkih, jahe kunyit hingga jenis rempah lainnya sebagai salah satu ramuan alternatif untuk menjaga kondisi tubuh. Sehingga, tidak jarang tanaman herbal tersebut kemudian diolah untuk dijadikan minuman segar.
“Saya memanfaatkan tanaman herbal sebagai peluang bisnis. Sebab, tanaman herbal memiliki beragam khasiat untuk kesehatan,” kata pria asal Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ini.
Mukhti bercerita, pada 2018 silam, ia melihat potensi dan peluang dari tanaman herbal. Apalagi sekarang di tengah pandemi Covid-19. Akhirnya ia mengembangkan produk minuman herbal kekinian untuk dijual ke pasaran.
“Untuk pemasaran dulu mulai dari teman hingga tetangga. Kini, sudah merambah ke kios-kios, galeri Dinkop hingga toko. Dan di tahun ini perkembangannya cukup pesat dan banyak yang minat,” kata pria alumni jurusan Agribisnis, Universitas Muhammadiyah Malang itu.
Ia mengakui, mengembangkan bisnis minuman herbal tentu pernah mengalami pasang surut. Namun, berkat kesabaran dan konsistensi yang awalnya ditawarkan mulai dari teman maupun tetangga kini berhasil bertahan di tengah pandemi.
Sebab, minuman herbal dipercaya meningkatkan kesehatan dan mengandung beragam khasiat. Tentu, Kata dia, saat pandemi banyak diminati masyarakat. Karena dipercaya bisa meningkatkan imunitas tubuh.
“Juga kemasan dari minuman herbal ini sudah modern dengan bentuk kemasan botol minimalis,” ungkapnya, Kamis (29/7/2021).
Dia mengatakan, pembuatan minuman herbal tidak terlalu sulit. Sebab, hanya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima jam untuk satu botol.
“Untuk harga jual di pasaran Rp 6 ribu hingga Rp 7 ribu dan awet karena dapat bertahan hingga satu bulan jika dimasukkan ke mesin pendingin,” katanya.
Ia juga melakukan pengurusan izin sertifikasi halal dari MUI, BPOM hingga aktif di berbagai komunitas IKM dan UMKM dibawah naungan Dinas terkait. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan pemasaran.
“Ya, untuk meningkatkan pemasaran ke retail-retail modern, swalayan hingga supermarket,” jelasnya.(jk)