Progres Pelebaran Jalan Nasional Bojonegoro-Babat Capai 10 Persen

23035

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Proyek pelebaran jalan nasional arah Bojonegoro – Babat, Jawa Timur, telah dikerjakan. Jalan nasional yang semula selebar 7 meter akan bertambah menjadi 10 meter. Progres pembangunannya saat ini baru mencapai 10 persen. Berupa galian tanah sepanjang kurang lebih 6 kilometer.

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Penataan Ruang (PR) melalui Kepala Bidang (Kabid) Jalan Bina Marga 1, Radityo Bismoko mengungkapkan, bahwa pagu proyek pelebaran jalan nasional berasal dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2021 tersebut sebesar Rp. 88 miliar.

Sedangkan tender pengerjaan proyek pelebaran jalan nasional dimenangkan oleh PT Bumi Selatan Perkasa dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan nilai kontrak sebesar Rp. 70,3 miliar. KSO (Kerja Sama Operasional)-nya dengan PT Bumi Mataram dari Jawa Tengah.

“Proyek pengerjaan jalan ini dilaksanakan oleh PT. Selo Kencono Putra Persada. Progresnya baru 10 persen,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (02/08/2021).

Radit memberikan rincian, pengerjaan sementara masih berada di sisi Selatan jalan, selebar 1,5 meter. Berupa galian tanah, akumulasi kurang lebih 6 kilometer (Km). Dan masih kurang 4 km dari panjang yang ditargetkan, yakni 10 km.

Baca Juga :   Optimis PAD Bojonegoro Meningkat

Titik perkiraan panjang jalan adalah km 97 sampai dengan km 107. Ancar-ancarnya tugu selamat datang ke arah Timur hingga depan Balai Desa Margomulyo, Kecamatan Balen.

“Eksisting lebar jalan 7 meter, ini variatif tapi rata-rata ya, masing-masing sisi 1,5 meter. Kita lebarkan menjadi 10 meter, dan konstruksinya aspal sepanjang 10 km,” terangnya.

Target penyelesaiannya, lanjut Radit, selama 240 hari kalender, sejak bulan April sampai awal bulan Desember 2021.

“Kami harap bisa selesai tepat waktu,” tegasnya.

Terpisah, Wakil Ketua I DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto membenarkan, bahwa anggaran APBD Bojonegoro untuk pembangunan jalan nasional tersebut memang telah menjadi kesepatan antara eksekutif dengan legislatif.

“Sudah ada kesepakatan beberapa tahun yang lalu,” ujarnya.

Kesepakatan tersebut timbul disebabkan jalan arah Timur Bojonegoro dinilai kurang lebar untuk mobilitas transportasi. Sedangkan kalau harus menunggu pembangunan dari pusat diperlukan waktu yang cukup lama. Izin kepada kementerian terkait perihal pelebaran jalan juga sudah dikantongi.

Pelebaran jalan nasional, menurut Sukur, selain memperlancar akses menuju proyek strategis nasional, utamanya migas, bisa memperlancar urat nadi pertumbuhan nasional.

Baca Juga :   Petani Blok Cepu Mulai Garap Sawah

“Terpenting lagi, mampu mengurangi kemacetan di Bojonegoro,” tutupnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *